Kurun Waktu 3 Tahun, Kawasan Kumuh Kota Bontang Menyusut 97 Hektar
“Masih ada PR lagi 26 hektar yang belum selesai, kami targetkan tahun ini Bontang bebas kawasan kumuh,” ujar Neni
Kurun Waktu 3 Tahun, Kawasan Kumuh Kota Bontang Menyusut 97 Hektar
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Kawasan pemukiman kumuh di Kota Bontang tersisa 26 hektar. Luasan ini menyusut 97 hektar kurun 3 tahun terakhir.
Kawasan pesisir menjadi lokasi paling tinggi tingkat kekumuhan di Bontang. Indikator kekumuhan diantaranya fasilitas kebakaran, persampahan dan sanitasi menjadi poin paling tinggi yang ditemukan di Kota Bontang.
Walikota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, upaya pemerintah mengurangu kawasan kumuh di Kota Bontang dalam tiga tahun terakhir cukup terlihat.
Setelah Ledakan 2 Kapal di Dermaga, Dishub Samarinda Rencanakan Razia
Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Prostitusi Online, Della Perez Menunduk saat Tiba di Mapolda Jatim
Artis Terjerat Narkoba - Reva Alexa Diciduk Polisi di Rumahnya
Diawal masa jabatannya, Bontang ditetapkan memiliki 123 hektar kawasan kumuh. Dalam tiga tahun terakhir kerja maraton bersama Satuan Kerja Kota Kumuh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mampu mengurangi tingkat kekumuhan sebesar 97 hektar.
“Masih ada PR lagi 26 hektar yang belum selesai, kami targetkan tahun ini Bontang bebas kawasan kumuh,” ujar Neni saat menyampaikan sambutanya pada serah terima bantuan kendaraan sampah dan motor pemadam di Kelurahan Loktuan, Rabu (6/2/2019).
Disaat bersamaan, koordinator Kotaku Bontang, Gery Sutanto mengatakan 26 hektar kawasan kumuh masuk dalam kategori kawasan kumuh ringan yang tersebar di 9 Kelurahan se-Kota Bontang.
Adapun kelurahan kumuh tersebut diantaranya, Kelurahan Api-Api, Berebas Tengah, Bontang Kuala, Bontang Lestari, Kelurahan Guntung, Satimpo, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kelurahan Bontang Baru dan Gunung Elai.
Frankly Tertangkap Basah Memeras Pajak di Balikpapan, Sidangnya Bakal Masuk Tuntutan
Sosok Jack Boyd Lapian, Mantan DJ yang Laporkan Ahmad Dhani, Rocky Gerung hingga Anies Baswedan
Mengenal Putri Tanjung, Anak Sulung Founder CT Corp yang Kini Jadi CEO di Usia 17 Tahun
Dari tingkat kekumuhan Kelurahan Guntung dan Tanjung Laut Indah yang memiliki skor paling tinggi. “Kalau skor 0-20 itu dikatakan bebas, 20-33 itu tingkat kumuh ringan, 33-40 itu masuk kategori sedang dan seterusnya berat,” ujar Gery.
Dia mengatakan, pihak kementerian memiliki 7 kriteria kekumuhan yakni bangunan tidak teratur, jalan lingkungan tak layak, drainase, pengelolaan air limbah (sanitasi),persampahan, air bersih dan fasilitas pemadam kebakaran.
Untuk kriteria tersebut kawasan kumuh di Bontang paling banyak ditemui persampahan, ketiadaan fasilitas pemadam dan sanitasi.
Untuk itu, program Kotaku di Bontang menyasar kegiatan-kegiatan untuk menangani masalah-masalah tersebut. Tahun lalu ada 7 kelurahan di Bontang yang melaksanakan program Kotaku dengan dana dari APBN sebesar Rp 6 miliar.
“Kami berharap partisipasi masyarakat untuk mendukung program ini tak hanya diawal saja tapi juga untuk keberlangsungan, perawatan dan seterusnya,”pungkas Gery. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/serahkan-motor-pemadam.jpg)