Kisah Shamima, Remaja Inggris yang Menikah dengan Anggota ISIS dan Ingin Pulang ke Negaranya

Sejak kisahnya menjadi viral, fakta lain tentang Shamima Begum, remaja Inggris yang bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mulai terkuak

Kisah Shamima, Remaja Inggris yang Menikah dengan Anggota ISIS dan Ingin Pulang ke Negaranya
PA via BBC
Shamima Begum ketika berusia 15 tahun sebelum meninggalkan Inggris dan bergabung dengan ISIS pada 2015. 

Seorang petugas yang menyamar berhasil menyusup ke sel mereka, dan menyediakan senjata palsu sehingga tidak meletus ketika diserbu polisi.

Dari hasil pemeriksaan, kelompok tersebut berniat menggunakan bom mobil, granat, dan senapan serbu AK-47 untuk menyerang festival itu.

Idenya adalah pelaku bakal berjalan di antara kerumunan penonton festival, dan menembaki mereka dengan AK-47, melemparkan granat, dan meledakkan diri dengan bom mobil.

Polisi Belanda mengatakan Riedijk yang mulai terdeteksi pada 2016 di Suriah, merupakan satu dari 29 pria dari Arnhem yang mengalami radikalisasi.

Dari 29 pria Arnhem yang bertolak ke Suriah, setidaknya satu orang dilaporkan tewas, dan lima orang memilih melarikan diri.

Yago Riedijk dikabarkan terluka dalam pertempuran.

Dia sempat ditangkap dan disiksa oleh petinggi ISIS dengan tuduhan menjadi mata-mata.

Sebelumnya dalam wawancara dengan jurnalis The Times, Anthony Loyd, Shamima ingin pulang setelah empat tahun bergabung dengan ISIS.

Dia mengatakan menyeberang ke Suriah dari Turki pada 2015 bersama Amira Abase dan satu temannya lagi, Kadiza Sultana, dengan meninggalkan Bethnal Green.

Di Raqqa, dia menikah dengan seorang anggota ISIS asal Belanda bernama Yago Riedijk dan menjalani kehidupan yang "normal".

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved