Kisah Shamima, Remaja Inggris yang Menikah dengan Anggota ISIS dan Ingin Pulang ke Negaranya
Sejak kisahnya menjadi viral, fakta lain tentang Shamima Begum, remaja Inggris yang bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mulai terkuak
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Suami Shamima Disebut sebagai Anggota ISIS yang Sangat Berbahaya", https://internasional.kompas.com/read/2019/02/15/11341131/suami-shamima-disebut-sebagai-anggota-isis-yang-sangat-berbahaya.
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo
Keluarga Shamima Memohon Belas Kasihan dari Warga Inggris
Keluarga Shamima Begum (19), remaja Inggris yang bergabung dengan ISIS dan kini ingin pulang, amat memahami perasaan rakyat Inggris.
Shamima yang kini mengandung anak ketiganya, kini tinggal di sebuah kamp pengungsi di wilayah utara Suriah setelah dua pekan lalu meninggalkan pertahanan terakhir ISIS.
Remaja itu mengatakan, dia sama sekali tak menyesali keputusannya pergi ke Suriah tetapi kini memutuskan ingin pulang ke Inggris.
Saudara ipar Shamima, Mohammed Rehman menceritakan, bagaimana ibu Shamima menangis setelah berbicara dengan putrinya lewat telepom.
Rehman menambahkan, keluarga Shamima juga memahami kemarahan warga Inggris sehingga tak menginginkan remaja itu pulang.
"Keluarga sudah berbicara dengan Shamima dan pembicaraan itu amat emosional. Ada gabungan antara kelegaan dan kesedihan," kata Rehman.
• Bercita-cita Go Internasional, Perekrut ISIS Asal Indonesia Tewas Terkena Pecahan Peluru di Suriah
"Kami gembira dia masih hidup tetapi sedih karena kondisi saat ini. Dia kehilangan dua anaknya dan melalui masa sulit ini sendirian," tambah dia.
Rehman menambahkan, pihak keluarga amat memahami mengapa sebagian rakyat Inggris menentang keinginan Shamima untuk pulang.
"Apa yang dia lakukan memang tak mencerminkan Islam yang sesungguhnya. Namun, dia baru 15 tahun waktu pergi ke Suriah. Kami memohon pengertian dan belas kasihan atas namanya," ujar Rehman.
Shamima adalah satu-satunya yang selamat dari tiga gadis asal Bethnal Green, London yang berangkat ke Suriah.
Dua anak Shamima meninggal dunia karena malnutrisi dan penyakit sebelum berusia satu tahun di saat kekalifahan ISIS mulai runtuh.
Shamima mengklaim dia hidup normal di kota Raqqa yang didaulat sebagai ibu kota ISIS.
Dia juga mengatakan, tak terkejut dengan eksekusi brutal yang dilakukan ISIS terhadap musuh-musuhnya.