Sabtu, 11 April 2026

Hari Ini Gunung Karangetang Kontraksi Lagi, Hembuskan Lava Sampai 9 kali

Selasa pagi ini Gunung Karangetang di Sitaro kembali keluarkan guguran lava. Catatan Petugas Pos Pemantau Gunung Api sebut amplitudo 6 sampai 20 mm

Editor: Budi Susilo
setkab.go.id
Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SITARO - Hari ini Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro di Provinsi Sulawesi Utara masih mengalami kontraksi, terlihat ada beberapa guguran lava pada Selasa (19/2/2019).

Situasi cuaca saat ini memang sedang mendung. Matahari tidak terlihat cerah sejak pagi di Sitaro, kawasan Gunung Karangetang berada. Wujud Gunung Karangetang Provinsi Sulawesi Utara samar-samar, tertutup kabut.

Berdasarkan pengamatan Tribun dalam catatan kegempaan Petugas Pos Pemantau Gunung Api ternyata Gunung Karangetang tak hanya ada guguran lava, tetapi juga ada beberapa hembusan amplitudo dalam hitungan per detik.

Hari Minggu Gunung Karangetang Kembali Gempa, Sampai 12 Kali Hembusan

Leleran Lava Terus Terjadi, Berikut 5 Fakta Terkini Erupsi Gunung Karangetang di Sulawesi Utara

Masih di Sulut, Aktivitas Gunung Karangetang Meningkat, Statusnya Kini Naik jadi Level III Siaga

Pendalaman Tribun atas informasi dari Petugas Pos Pemantau Gunung Api terungkap, pada Selasa (19/2/2019), ada gempa guguran 13 kali dengan amplitudo 3 hingga 6 milimeter.

Hal ini berdurasi 36 sampai 60 detik.

Sementara hembusan sebanyak 9 kali, amplitudo 6 sampai 20 milileter dengan durasi 26-34 detik.

Jarak Guguran Lava Gunung Karangetang hanya 300 Meter dari Permukiman, Warga Dievakuasi

Untuk vulkanik dangkal dua kali terjadi, amplitudo 4 sampai 5 mm, durasi 5 hingga 6 detik.

Gempa Hari Ini - Sejak Dini Hari Guncang 2 Wilayah di Indonesia, Terkuat 5,9 SR Ini Penjelasan BMKG

Tektonik jauh dua kali, amplitudo 12-48 mm, durasi 93-118 detik. Tremor menerus terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Status gunung tetap pada level III atau Siaga," ujar Didi Wahyudi sang Petugas Pos Pemantau Gunung Api di Gunung Karangetang Provinsi Sulawesi Utara.

Keberadaan Gunung Karangetang Provinsi Sulawesi Utara tersebut dilarang untuk didekati apalagi didaki.

Masyarakat setempat termasuk para pendaki dilarang keras untuk ke arah lebih dekat Gunung Karangetang yang statusnya saat ini masih belum normal. Gunung Karangetang masih terus kontraksi.

Hingga saat ini masyarakat masih tetap dilarang agar tidak mendekati, tidak melakukan kegiatan di dalam zona bahaya pada radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua atau Kawah Utara dan kawah utama di wilayah selatan.

Serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Barat laut sejauh 3 kilometer dan ke arah Barat laut hingga Utara sejauh 4 kilometer.

Gunung Karangetang Siaga (Level III), Badan Geologi Minta Warga di 3 Kampung Segera Dievakuasi

Wakil Rakyat di Inggris Tuding Facebook Menghina Parlemen, Begini Alasannya

Didi, Petugas Pos Pemantau Gunung Api, menegaskan, warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua.

Di antaranya Kampung Niambangeng, Beba, dan Kampung Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran lava pada Gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved