Rabu, 29 April 2026

Hari Ini Gunung Karangetang Kontraksi Lagi, Hembuskan Lava Sampai 9 kali

Selasa pagi ini Gunung Karangetang di Sitaro kembali keluarkan guguran lava. Catatan Petugas Pos Pemantau Gunung Api sebut amplitudo 6 sampai 20 mm

Editor: Budi Susilo
setkab.go.id
Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. 

Didi, Petugas Pos Pemantau Gunung Api, mengimbau, masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut.

Hal ini kata Didi, Petugas Pos Pemantau Gunung Api, supaya bisa mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu yang bersumber dari Gunung Karangetang.

Didi, Petugas Pos Pemantau Gunung Api, menyatakan, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan.

"Waspada dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai dari sumber Gunung Karangetang," ungkapnya.

Sebelumnya, pada minggu pagi Gunung Karangetang pun mengalami hal yang sama, mengeluarkan beberapa aktivitas guguran lava walau kondisi cuaca saat itu sempat hujan.

Pengamatan Tribun di lokasi Gunung Karangetang, nampak gunung diselimuti kabut sampai tak teramati pada minggu (17/2/2019). Namun hal ini bukan berarti aktivitas guguran lava tak terjadi.

Saat bersua dengan Didi Wahyudi Petugas Pos Pemantau Gunung Api di Gunung Karangetang, menjelaskan, cuaca yang mendung dan turun hujan bukan berarti tidak membuat kontraksi pada Gunung Karangetang.

Katanya, aktivitas kegempaan Gunung Karangetang Provinsi Sulawesi Utara masih bisa teramati melalui peralatan.

"Apalagi saat ini peralatan sudah baik semuanya, sehingga data yang masuk lebih akurat," ungkap Didi Wahyudi Petugas Pos Pemantau Gunung Api.

Secara kegempaan dapat terpantau sejak pagi Petugas Pos Pemantau Gunung Api di Gunung Karangetang Provinsi Sulawesi Utara telah terjadi lima kali gempa guguran dengan amplitudo 3 sampai 5 milimeter, berdurasi 35 hingga 55 detik.

Juga ada gempa hembusan terjadi 12 kali dengan amplitudo 5 hingga 20 mimimeter, berdurasi 25 sampai 45 detik. Warga yang di Sitaro Provinsi Sulawesi Utara tetap waspada.

Aktivitas gempa tremor harmonik juga terekam meski hanya sekali dengan amplitudo 30 mm, dengan durasi 42 detik, juga gempa hybrid terjadi sekali, amplitudo 5 mm, S-P 0 detik, durasi 10 detik.

Terekam juga tektonik jauh sebanyak dua kali, amplitudo 10-30 mm, S-P 21 detik, durasi 45-125 detik.

Serta yang menjadi penanda aktivitas gunung terus berjalan yaitu terekamnya termor menerus atau microtremor dengan amplitudo 0.25 mm atau dominan 0.25 mm.

"Memang aktivitas ini cenderung lama, sehingga sampai sekarang status gunung Karangetang masih pada level III atau Siaga," tutur Didi Wahyudi Petugas Pos Pemantau Gunung Api.

Naik Bus Bayar Pakai Sampah, Kota di Pulau Kalimantan Ini Mau Ikut Terapkan

Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Gunung Karangetang di Sitaro Hari Ini Tercatat 13 kali Gempa Guguran, http://manado.tribunnews.com/2019/02/19/gunung-karangetang-di-sitaro-hari-ini-tercatat-13-kali- gempa-guguran.
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Herviansyah

Gempa Terjadi 2 Kali di Samudera Hindia Selatan Jawa Kemarin, Warga Patut Waspada!

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved