Berita Video
VIDEO - Gegana Brimob Polda Kaltim Punya Robot Anti Bom Buatan Jerman
Tangga kemiringan 45 derajat dengan kondisi alas yang rusak mampu dilewati. Perangkat bam segala medan membuat mobilisasi robot ini semakin mudah.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
"Sebenarnya semua Polda pasti akan diperbarui. Kita sudah punya robot, tapi kualitas lama. ini di upgrade lagi. Saya tak bisa memastikan, mungkin di pandang prioritas di Kaltim," ungkapnya.
Bisa jadi dilihat dari geografis Kaltim, hingga tingkat kerawanannya. Seperti yang diketahui Kaltim pernah digemparkan dengan aksi bom gereja di Samarinda. Beberapa ancaman terkait gerakan teroris juga muncul 5 tahun belakangan ini.
Keamanan manusia atau prajurit tentunya lebih terjamin, bila ada kejadian yang memerlukan penanganan penjinakan alat peledak atau bom di wilayah hukum Polda Kaltim.
"Hampir 95 persen menyerupai manusia. Dia bisa mengingat pergerakannya sendiri. Apabila medan tak bisa tertembus, dia punya memori kembali. Namun, hampir tak ada area yang tak bisa dimasuki robot ini," ungkapnya.
Namun secanggih apapun robot ini, yang jadi penentu sukses atau gagalnya penanganan ancaman bom atau alat peledak lainnya bergantung pada operator. Tak lain adalah prajurir khusus Brimob.
• VIDEO - Butuh Uang Untuk Bayar Arisan Online, Rahmawati Nekat Bawa Lari Emas Senilai Rp 30 Juta
• Sudjiwo Tedjo Ungkap Alasan Ia Kerap Dianggap Dukung Prabowo, Karni Ilyas: Senasib dengan Saya
"5 persennya tetap bergantung manusia," tuturnya.
Sebab itu prajurit Den Gegana Satbrimob Polda Kaltim melalukan pelatihan selama 4 hari mulai dari Senin (18/2) hingga Kamis (21/2) di Mako Brimob Polda Kaltim.
Hal itu diungkapkan Pasi Ops Den Gegana Ipda M Hendro F kepada Tribunkaltim.co di sela latihan.
Latihan penggunaan robot penjinak bom tersebut diikuti 20 prajurit Brimobda Kaltim. Namun pihaknya telah menyiapkan 8 personel khusus sebagai operator robot canggih tersebut.
"Tahun kemarin 2018 ada latihan di Jakarta. Tapi hanya 5 hari. Karena dianggap belum maksimal, makanya mereka datang ke Kaltim," ungkapnya.
Prajurit tersebut langsung dilatih teknisi dari Jerman. Instruktur asal Jerman tersebut didampingi penerjemah saat menerangkan kemampuan Telemax. Berikut cara-cara pengoperasiannya.
"Insturktur langsung dari perusahaan Telerob. Tak hanya jualaan barang, tapi sampai bisa mengoperasikan," tuturnya.
Hendro menargetkan selepas pelatihan selama 4 hari tersebut, anggota mahir mengoperasikan robot penakluk bom tersebut.
"Target mahir mengoperasikan. Kemarin, kan, sudah permah, dasarnya sudah tahu. Pihak teleron juga sambil cek kesiapan barang, ada yang kurang mereka datangkan alat dan perbaiki," ungkapnya.
Slogan Polri Profesional Modern dan Terpercaya (Promoter) tampak terlihat dengan adanya peningkatan alutsista berbasis teknologi yang dimiliki.
Simak Videonya :
(*)