Berlayar di Sungai Mahakam, Kapal Motor Samarinda-Mahakam Ulu Ini Oleng 75 Derajat
Titik lokasi kejadian kecelakaan kapal tersebut berada di sekitaran Sungai Mahakam daerah Alan, Kampung Long Bagun Ulu, Kecamatan Long Bagun.
Penulis: Budi Susilo |
Keberadaan KM Mira Farimsa bukan satu-satunya alat transportasi sungai di Mahakam Ulu, Jumlahnya ada lebih dari lima. Saban hari selalu saja ada kapal sejenis.
Transportasi umum ini melayani rute Kota Samarinda, Tering Kutai Barat sampai Long Bagun Mahakam Ulu.
Angkutan umum ini bisa dibilang alat yang utama buat menuju ke Mahakam Ulu sebab, jalur darat untuk dari Kutai Barat ke Mahakam Ulu masih belum layak, kondisinya masih alami nan liar.
Masyarakat mengandalkan kapal motor besar ini jika ingin membawa barang melimpah dibawa ke Kabupaten Mahakam Ulu.
Sayangnya, kapal jenis seperti ini baru bisa mengantar sampai ke Long Bagun Hilir, belum bisa membawa sampai ke kampung paling ujung di Mahakam Ulu, yakni Kampung Tiong Ohang dan Kampung Long Apari sebab medan sungainya sudah berbeda, banyak jeram berbatu cadas dan dangkal tidak sedalam dengan Sungai Mahakam yang ada di hilir. (*)
Ujoh Bilang Ingin Tersedia Bandara
Upaya membuka keterisolasian daerah di dareah hulu Mahakam, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) tengah memperjuangkan membuat fasilitas transportasi udara berupa bandar udara (bandara) di Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Mahulu, Stephanus Madang, saat ditemui Tribunkaltim.co di ruang kerjanya, Jl Poros Tikah, Kampung Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu.
Ia menjelaskan, belum lama ini, Bupati Mahulu bersama pihak Dinas Perhubungan Mahulu lakukan kunjungan ke Kota Jakarta, menghadiri soal kegiatan presentasi Laporan Akhir Penyusunan Rencana Induk Bandar Udara bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur.
“Kami harus melewati sampai 21 tahapan dalam rencana bangun bandara. Sekarang kita sudah masuk ke tahapan yang ke 16, masih terus berproses,” ujarnya pada Selasa (11/12/2018).
Dia menyatakan, perencanaan pembangunan bandara di Mahakam Ulu sudah bergulir sejak dua tahun yang lalu, sekitar di tahun 2016. Pemkab Mahulu terus berkomitmen mewujudkan infrastruktur bandara. “Kewenangan membuat ini semua ada dari bupati, gubernur sampai menteri,” ujarnya.
Pihaknya saat berkomunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, direspon positif, pihak kementerian memberi sinyal lampu hijau jika Mahulu membuat bandara.
Usulan yang berhembus, titik lokasi yang bakal dijadikan bandara memilih di Ujoh Bilang, yang notabene sebagai ibukotanya Kabupaten Mahulu. Pemilihan tempat di Ujoh Bilang menjadi kajian strategis, yang kini tinggal menunggu kajian kelayakan keselamatan penerbangan.
“Daerah kita tidak ada gunung-gunung tinggi, aman buat penerbangan. Sekarang tinggal dikaji saja dari sisi kecepatan anginnya seperti apa. Ujoh Bilang jadi pilihan, dibangunnya bandara,” ungkap Madang.
• Link Live Streaming Persija vs PS Tira Persikabo, Tayang Kamis (21/2/2019) Hari Ini Pukul 15.00 WIB
• Polisi Bantah Minta Dokumen Surat Cabai pada Sopir Truk Bermuatan Lombok saat Ditilang Polisi
Hal yang menjadi latarbelakang Pemkab Mahulu berupaya membuat bandara di Ujoh Bilang pastinya ingin membuka keterisolasian. Tersedianya bandara pastinya akan memberikan akses secara luas, berharap akan berimbas bagi kemajuan daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kapal-oleng-1.jpg)