Skandal Pengaturan Skor

Joko Driyono Belum Jelaskan Bukti Transfer dan Buku Tabungan di Apartemennya

Jokdri diperiksa Polisi Nyatakan Belum Ungkapkan Bukti Transfer dan Buku Tabungan di Apartemennya

Joko Driyono Belum Jelaskan Bukti Transfer dan Buku Tabungan di Apartemennya
ADE JAYADIREJA/BOLASPORT.COM
Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (tengah) didampingi Exco PSSI, Iwan Budianto saat memberikan keterangan soal alih kepemimpinan sementara PSSI di kantor PSSI, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (18/2/2018) siang. 

"Dari verifikasi barang bukti terhadap Jokdri, uang di apartemennya itu adalah uang pinjaman untuk Dwi Irianto. Namun belum sempat diserahkan," kata Argo Yuwono.

Hanya dengan Lakukan Hal Sederhana, Pria Ini Berhasil Turunkan Berat Badan hingga 91 Kg 

Disdik Kaltim Sudah Rampungkan Juknis, Beasiswa Kaltim Tuntas Tinggal Siapkan Pergub

Soal Pembagian Sertifikat Tanah, Jokowi : Kalau Enggak Ada Gunanya, Silahkan

"Jadi pak Jokdri akan meminjamkan uang itu ke Dwi Irianto, hanya belum sempat diserahkan," kata Argo Yuwono.

Mengenai kapan Dwi Irianto atau Mbah Putih meminjam uang itu dan untuk keperluan apa, Argo Yuwono tidak menjelaskannya lebih jauh.

Karenanya kata Argo Yuwono, Jokdri dijadwalkan akan diperiksa kembali pada Rabu 27 Februari 2019 mendatang.

"Sehingga yang bersangkutan dijadwalkan akan diperiksa kembali Rabu 27 Februari mendatang, di Polda Metro Jaya," kata Argo Yuwono.

Sebab dalam pemeriksaan kedua, kata Argo Yuwono belum semuanya tertuang dalam berita acara pemeriksaan.

"Tentunya penyidik ingin menggali kembali yang lebih banyak keterangan yang bersangkutan. Terutama berkenaan dengan barang bukti yang disita," kata Argo Yuwono.

Beberapa barang bukti itu kata Argo Yuwono akan diverifikasi lagi ke Jokdri terutama soal bukti transfer, buku tabungan dan sebagainya.

Argo Yuwono menjelaskan meski berstatus tersangka dan sudah mengakui telah menyuruh 3 orang anak buahnya mengamankan sejumlah dokumen dari ruang kerjanya di Kantor Komdis PSSI, Jokdri tidak ditahan Satgas Antimafia Bola.

"Tentunya penyidik memiliki subjektifitas dan pertimbangan sendiri sehingga tidak dilakukan penahanan atas JD," kata Argo Yuwono.

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved