Pemilu 2019

PMII Kaltim Kaltara Nyatakan Golput Itu Menambah Persoalan

PMII wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tidak setuju jika Golput menginggap di rakyat Indonesia dalam Pemilu 2019 Begini alasannya.

Dok Tribunkaltim.co
PC PMII Kota Balikpapan melakukan kegiatan deklarasi pemilu damai di Lapangan Merdeka Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Sabtu (1/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Organisasi bernama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII wilayah Kalimantan Timur atau Kaltim dan Kalimantan Utara atau Kaltara, menyatakan, soal golput atau golongan putih. 

PMII di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sikapi golput bagi masyarakat Indonesia dalam Pemilu 2019 bukanlah pemecahan persoalan bangsa.

Sebaliknya, sikap golput dalam Pemilu 2019 semakin menambah rumit.

Sudah Capai Belasan Kapal Nelayan Muara Baru Yang Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

Hal itu diungkapkan oleh Panji Nugraha Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara kepada Tribunkaltim.co pada Sabtu (23/2/2019).

"Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menyukseskan kegiatan Pemilu 2019. Tidak ada lagi masyarakat yang golput, saya rasa golput bukan solusi untuk menyelesaikan permasalahan namun dengan Golput justru menambah persoalan," tegasnya

Esok Semifinal Timnas Indonesia vs Vietnam, Tanpa Tiga Pemain yang Tak Diizinkan Klub Luar Negeri

Sementara Inilah Pemain Pencetak Gol Terbanyak, Persebaya dan PSM Makassar Saling Pepet

Pasca Acara Munajat 212, Wakil Ketua MPR Ingatkan Jangan Ganggu Kebebasan Pers

Kesadaran politik masyarakat jadi hal penting, agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Apalagi jelang menghadapi Pemilu 2019. Dimana informasi hoaks dan SARA bertebaran di sosial media.

Menurutnya, Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif sebagai ajang kontestasi politik, kali pertama dalam sejarah dilakukan dalam satu momen. Potensi gesekan antar pendukung masing-masing dapat terjadi.

Panji Nugraha menyebut, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh kader PMII Kaltim dan Kaltara untuk mengawal Pemilu 2019. Keberlangsung, keamanan, transparansi dan kodusifitas jadi atensi pihaknya.

"PMII Kaltim dan Kaltara merapatkan barisan mengawal Pemilu Damai agar ke depan mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ungkapnya, Sabtu (23/2/2019).

Baru-baru ini mereka menggelar kegiatan silaturahmi kader dan alumni PMII sekaligus deklarasi Pemilu Damai 2019 di aula Balai Latihan Kerja (BLK) Balikpapan Kamis (21/2) lalu.

Kabar Terkini 3 Pemain yang Tak Diizinkan Klub Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF U-22

Siap Nonton Film Dilan 1991? Ada Promo Beli 1 Gratis 1 Tiket Nonton Lewat TIX ID, Catat Tanggalnya!

Tiga Kapal Nelayan Terbakar Suara Ledakan Terdengar, Kepulan Asap Terlihat dari Jauh

"Jadi tidak ada bahasa bagaimana kemudian tentang isu sara radikalisme yang merongrong proses Pemilu 2019," serunya.

Sekali lagi dia juga mengajak kepada masyarakat untuk tidak golput. Salurkan hak pilih pada 17 April 2019 nanti, karena pada momen itulah rakyat menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan. ( )

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved