Soal Pelecehan Murid SD di PPU, Wabup Hamdam Minta Perketat Perekrutan Tenaga Pengajar
Pengurus Yayasan Bidang Pendidikan, Asniar Basra mengatakan, akan mendatangkan psikologi untuk menghilangkan trauma terutama kepada korban pelecehan.
Penulis: Samir |
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam meninjau salah satu Sekolah Islam Terpadu, yang sejumlah muridnya mengalami pelecehan seksual yang dilakukan salah seorang oknum guru.
Kunjungan ini untuk mengetahui secara persis dan upaya yang dilakukan sekolah pasca kejadian ini.
Kunjungan Hamdam ini didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Marjani dan diterima Ketua Yayasan Hamka dan pengurus yayasan bidang pendidikan, Asniar Basra, Rabu (27/2/2019).
• Brendan Rodgers, Dari Liverpool ke Leicester City
• Samarinda Wedding Expo Sudah Dibuka, Pengunjung Bisa Konsultasi Rencana Pernikahan
• Link Live Streaming Piala AFC Home United vs PSM Makassar, Tanding Sore Nanti
Hamdam menjelaskan bahwa ini merupakan musibah yang dialami sekolah, padahal sekolah ini sangat ketat terutama soal norma agama.
"Kami juga sangat sayangkan dengan kejadian ini, padahal sudah ketat terutama soal agama, " ujarnya.
Namun demikian lanjutnya, sekolah ini harus melakukan pembenahan dan perbaikan dalam proses rekruitmen tenaga pengajar agar kejadian serupa tak terjadi lagi.
Bahkan menurutnya, perlu ada standar ketat dalam perekrutan tenaga pengajar di sekolah ini.
Selain itu, ia berharap agar segera dilakukan penanganan khususnya pasca kejadian ini agar tidak terjadi trauma terutama kepada para korban.
"Karena trauma ini yang harus segera dicarikan solusi, " katanya.
Selain kepada murid lanjutnya, hal serupa juga harus dilakukan kepada guru karena pasca kejadian ini mental mereka kemungkinan akan terpengaruh sehingga akan berdampak terhadap proses belajar mengajar.
Sementara itu, Kepala Disdikpora PPU, Marjani mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan untuk sementara di sekolah ini. Bahkan pihaknya akan mencarikan solusi agar masalah ini tak terulang lagi.
Ia mengatakan bahwa imbauan untuk meningkatkan ketaqwaan dan melaksanakan salat berjamaah ternyata tidak cukup. "
Kalau perlu nanti dilaksanakan kegiatan yang melibatkan para guru, " ujarnya.
Pengurus Yayasan Bidang Pendidikan, Asniar Basra mengatakan, akan mendatangkan psikologi untuk menghilangkan trauma terutama kepada korban pelecehan seksual.
"Mereka akan turun, kalau tak bisa ditangani satu orang mungkin mereka akan turun secara tim, " ucapnya.(*)
• Prakiraan Cuaca BMKG di Balikpapan Rabu (27/2/2019), Hujan Lokal di Kawasan Ini
Yayasan Kumpulkan Orangtua Korban Pelecehan Seksual
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wakil-bupati-ppu-hamdam-3.jpg)