Soal Pelecehan Murid SD di PPU, Wabup Hamdam Minta Perketat Perekrutan Tenaga Pengajar
Pengurus Yayasan Bidang Pendidikan, Asniar Basra mengatakan, akan mendatangkan psikologi untuk menghilangkan trauma terutama kepada korban pelecehan.
Penulis: Samir |
Yayasan salah satu Sekolah Islam Terpadu di Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengumpulkan orangtua korban pelecehan seksual yang dilakukan salah seorang oknum guru, Rabu (27/2/2019).
Selain itu, mereka juga akan difasilitasi bila ingin melaporkan kepada kepolisian.
Pengurus yayasan bidang pendidikan, Asniar Basra mengatakan bahwa para orangtua dikumpulkan untuk membicarakan mengenai persoalan ini termasuk rencana mendatangkan psikologi untuk melakukan pendampingan.
Ia mengatakan bila ada orangtua yang keberatan akan difasilitasi untuk dilaporkan kepada pihak berwajib.
"Kami akan fasilitasi untuk melaporkan kepada polisi, " ujarnya.
• Hasil Coppa Italia - Lazio vs AC Milan Berakhir Skor Kacamata, I Rossoneri Diuntungkan?
• Hasil Lengkap Liga Inggris - Everton Cukur Cardiff City, Newcastle Tumbangkan Burnley
Sementara itu, Ketua Yayasan Hamka menuturkan bahwa, Sabtu lalu salah seorang orangtua murid menyampaikan keberatan karena anaknya dilecehkan salah seorang guru.
Setelah itu, ia datang ke sekolah untuk menunggu pelaku karena biasanya menginap di sekolah.
"Saya tunggu sampai pukul 20.00 wita dengan tujuan saya yang akan menyerahkan ke polisi. Tapi ternyata tengah malam ditangkap polisi.Sekarang kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian, " jelasnya.
Salah seorang orangtua murid yang menjadi korban menuturkan bahwa tak menyangka dan kaget atas apa yang dialami anaknya. Karena selama ini tak pernah mendapatkan laporan dari anaknya bila pernah dilecehkan gurunya.
"Awalnya ngga mau mengaku tapi setelah ditanya-tanya akhirnya mau mengaku, " ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wakil-bupati-ppu-hamdam-3.jpg)