Minggu, 26 April 2026

Sehari Bisa Terjadi 5 Kali Kebakaran Lahan, Ini Permintaan Kepala Damkar Samarinda

Personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda bersama unsur relawan harus bekerja ekstra keras di awal tahun 2019 ini.

TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Personel Damkar Kota Samarinda bersama unsur relawan memadamkan api di lahan yang terdapat di jalan M Yamin Sabtu (2/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda bersama unsur relawan harus bekerja ekstra keras di awal tahun 2019 ini.

Bukan hanya direpotkan dengan urusan pemadaman api yang terjadi di permukiman warga, namun juga di lahan, yang dapat terjadi 4-5 kali dalam seharinya.

Dua bulan terakhir ini, intensitas kebakaran lahan mengalami peningkatan. Hingga Sabtu (2/3/2019) hari ini, telah terjadi lebih dari 29 kali kebakaran lahan yang terjadi hampir merata disetiap kecamatan di Samarinda.

"Luar biasa kebakaran lahan yang terjadi, sehari bisa 4-5 kali kejadian, dengan lokasi yang berbeda-beda. Makanya hingga saat ini kami belum dapat pastikan jumlah luas lahan yang terbakar," ucap Kepala Damkar Kota Samarinda, Nursan, Sabtu (2/3/2019).

Kendati intensitas kebakaran lahan mengalami peningkatan, namun pihaknya memastikan seluruh personel dan armada Damkar dalam kondisi siap bertugas.

"Personel dan armada kami siap, di setiap posko yang jumlahnya ada 11 posko, siap semuanya," tegasnya.

Baca juga:

Timnas U-22 Indonesia Juara, 2 Pemain Naik Pangkat; Ini Penjelasan Manajer Bhayangkara FC

Artis Sandy Tumiwa Diciduk Petugas Polsek Menteng karena Kepemilikan Narkotika

Pangkas Jarak dengan Tim Papan Atas, Solskjaer Siapkan Target Baru untuk Pemain Manchester United

Mantan Pemain Sriwijaya FC Pertanyakan soal Gaji yang Belum Dibayar, Begini Respons Manajemen

"Kalau kendala personel dan armada tidak ada masalah. Hanya kendala di lapangan yakni pasokan air, terutama di lokasi yang ada di atas gunung," sambungnya.

Terkait dengan penyebab kebakaran lahan, dirinya menjelaskan hanya fokus untuk melakukan pemadaman, karena memang itu tugas utama Damkar, selain melakukan upaya pencegahan.

Dia menilai, seharusnya ada lembaga atau instansi lain yang berwenang untuk mencari tahu penyebab terjadinya kebakaran lahan.

"Kalau kami ini tahunya hanya padamkan api saja. Ada instansi lain yang harusnya menelusuri itu, cari tahu penyebab kebakaran. Apakah karena faktor alam semata, atau ada unsur kesengajaan. Kami hanya memadamkan saja," tegasnya.

"Kami inginnya tidak ada lagi kebakaran, kami mau semua instansi dapat menjalankan fungsinya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved