Belajar dari Kasus Titi Wati dan Arya Permana, 3 Solusi Ini Layak Dipertimbangkan Penderita Obesitas
Apabila tidak ditangani atau mendapat intervensi medis yang tepat, obesitas bisa menimbulkan risiko komplikasi berbagai penyakit, bahkan kematian.
Penulis: Doan Pardede | Editor: Syaiful Syafar
Namun, tidak efektif untuk jangka panjang, hanya 5 persen dari keseluruhan yang berhasil mempertahankan berat badan ideal.
“Ada efek yoyo pada tahap ini, maka sering gagal,” jelas Dr. Handy.
2. Obat-obatan Penurun Berat Badan
Menurut Dr. Handy, konsumsi obat penurun berat badan ini akan diperlukan apabila tahap pertama gagal.
Namun, obat-obatan yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang tentunya akan memiliki efek samping pula.
Sementara itu, obat-obatan juga tak cukup efektif mengurangi berat badan apabila tak diimbangi dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat.
Ingat Arya Bocah Obesitas yang Pernah Viral hingga Mancanegara? Kini Ia Berubah, Sudah Bisa Berlari
16 Dokter Dikerahkan Tangani Titi Wati, Penderita Obesitas Asal Palangkaraya
3. Bedah
Saat ini berbagai macam bedah bisa dilakukan untuk mengurangi berat badan berlebih.
Salah satunya adalah bedah bariatrik yang cukup efektif menurunkan kelebihan berat badan.
Bedah bisa mengurangi 55 persen hingga 75 persen kelebihan berat badan.
Tindakan bedah akan dilakukan apabila diet dan olahraga tak lagi efektif bagi pasien dengan obesitas tingkat parah.
Akan dibutuhkan prosedural khusus untuk melakukan tindakan bedah, yang membutuhkan berbagai pertimbangan yang disesuaikan kebutuhan fisik pasien.
“Risiko komplikasi dari prosedur bedah pun juga hampir tidak ada,” tutup Dr. Handy.(*)

Dirangkum dari laman Boldsky.com, berikut 6 tanda peringatan seseorang menuju obesitas.
1. Napas pendek dan sesak napas
Jika kamu merasa sulit bergerak, malas, dan mudah lelah mungkin itu tanda-tanda kamu menjadi gemuk.
Orang gemuk terlihat memiliki tumpukan lemak di leher yang menyulitkan udara keluar dan masuk paru-paru.