Kamis, 30 April 2026

Puncak Musim Kemarau Terjadi pada Agustus, Warga Diminta Mempersiapkan Pasokan Air Bersih

Hingga saat ini wilayah Kalimantan, terutama Kalimantan Timur (Kaltim) belum memasuki musim kemarau.

Tayang:
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Embung Sungai Bilal menjadi kering saat kemarau selama dua bulan pada Maret dan April tahun lalu. 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hingga saat ini wilayah Kalimantan, terutama Kalimantan Timur (Kaltim) belum memasuki musim kemarau.

Umumnya musim kemarau terjadi pada April, Mei dan Juni.

Namun, umumnya untuk wilayah Kalimantan terjadi pada Juni, dengan puncak musim kemarau pada Agustus.

"Walaupun dalam beberapa bulan terakhir ini cuaca cenderung panas, tapi wilayah Kalimantan terutama Kaltim belum memasuki musim kemarau," ucap Prakirawan Cuaca, Stasiun Meteorologi Kelas III Temindung, Wempy Faizal, Sabtu (9/3/2019).

Lanjut dia menjelaskan, pada musim kemarau mendatang, warga harus menghindari aktivitas yang dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karhutla), serta menampung air bersih.

"Hindari hal-hal yang dapat mengakibatkan karhutla, serta persiapan air bersih," ujarnya.

Pada musim kemarau mendatang, beberapa wilayah tergolong dalam kawasan yang rentang terjadinya karhutla, diantaranya Riau, Palembang, Jambi dan beberapa wilayah di Kalimantan.

Untuk Kaltim, walaupun dalam beberapa bulan terakhir ini kerap terjadi karhutla, namun tidak terlalu banyak didapati titik api (hotspot).

"Dari pantauan kami, untuk Kaltim tidak terlalu banyak (hotspot) untuk saat ini, tapi kita akan lihat lagi pada pertengahan tahun mendatang," ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan prakiraan cuaca pada Maret di Kaltim, diprakirakan masih akan terjadi hujan lebat hingga 12 Maret 2019.

Dan, Elnino lemah juga diperkirakan bertahan hingga pertengahan 2019.

"Masih terjadi potensi hujan lebat di Kaltim," pungkasnya. (*)

Karhutla Landa Wilayah Perbatasan, Prajurit TNI Padamkan Api Dengan Semprotan Rumput

TRIBUNKALTIM.CO - Prajurit TNI yang tergabung Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) bersama masyarakat Desa Kanduangan berjibaku memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di daerah KM 5, RT 05, Kecamatan Seimanggaris, Nunukan, Kalimantan Utara.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved