Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Ketua Bapemperda Soroti soal Oknum Wartawan Kampung
Bahkan Jahidin menyebut dirinya bisa saja memperkarakan awak media yang menuliskan hoax tersebut.
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto |
Ia memilih meninggalkan awak media yang meminta penjelasannnya.
Jahidin hanya melempar senyum sembari terus berjalan menuju gedung D DPRD Kaltim.
Sementara itu Ketua DPRD Kaltim, Syahrun menyarankan agar pernyataan tersebut tak perlu diributkan.
Menurutnya yang terjadi hanya miskomunikasi antara anggota DPRD dan awak media.
"Itu miskomunikasi aja, ya ini bagian kurang klarifikasi terhadap yang bersangkutan. Pahami aja manusia itu penuh kekhilafan. Mungkin ini sama-sama khilaf," kata Syahrun.
Di sisi lain, anggota DPRD Kaltim fraksi Golkar, Sapto Setyo Pramono menyayangkan sikap anggota dewan yang menyebut oknum awak media dengan istilah wartawan kampung.
"Pernyataan begini tak perlu dibawa emosi. Santai saja. Tidak perlu menyampaikan pernyataan wartawan kampung. Memangnya wartawan ada yang di kota dan ada yang di kampung? Saya pikir wartawan itu teman kita, tanpa media ya semua tidak bisa apa-apa. Semua saling simbiosis mutualisme," ucap Sapto.
Menurutnya awak media sah-sah saja memberikan kritikannya terhadap kinerja DPRD. Anggota dewan tak perlu alergi dengan kritikan awak media yang sifatnya mengingatkan.
"Tidak ada asap tanpa api. Wartawan sah sah saja kritikan itu. Tinggal dipanggil saja itu dan klarifikasi tunjukkan dasarnya. Apa susahnya begitu. Saya berpikir begitu saja. Tidak usah alergi," tutur Sapto. (*)