Senin, 13 April 2026

Digital Library

Era Baru Digitalisasi Perpustakaan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center

Keberadaan perpustakaan di Masjid Baitul Muttaqien di Samarinda, Kalimantan Timur terapkan Digital Library, Islamic Center ini tak lagi Konvensional.

Penulis: Nevrianto | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HP
Ketua Dewan Pembina Badan Pengelola Islamic Center( BPIC) Provinsi Kalimantan Timur, Awang Dharma Bakti bersama Kepala UPT Perpustakaan Kalimantan Timur, Drs Sumindar Msi memperlihatkan Alquran tulisan tangan buatan Warga Samarinda saat launching Otomasi di Perpustakaan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Jalan Selamet Riyadi, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Kamis,(14/3/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Operasional Perpustakaan di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Jalan Selamet Riyadi, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur kini mulai digitalisasi atau istilah lainnya Digital Library.

Hal ini terungkap saat ada launching Otomasi, Kamis (14/3/2019) siang.

Kepala UPT Perpustakaan Kalimantan Timur, Drs Sumindar Msi mengutarakan,
otomasi secara bahasa berarti penggunaan mesin.

Hasil Babak Pertama Semen Padang vs Mitra Kukar, Tendangan Datar Jarak Jauh Irsyad Ubah Skor

Operasi Pulau Narkoba di Samarinda, Satu dari 8 Pelaku Oknum Pamdal DPRD Kaltim

Tanggapi Soal Penghentian Operasi Boeing 737 MAX di AS, Kepala Administrator FAA Singgung Lion Air

Yakni komputerisasi dan digital guna mengefisiensi pekerjaan manual. Inilah konsep Digital Library.

Selama 4 tahun Perpustakaan Islamic Center beroperasi secara Konvensional. Kini mulai Digital Library.

"Maka kini kami sedikit lega," katanya.

Pengisian buku tamu,pengadaan anggota, sistem pengelolaan bahan pustaka.

Termasuk sistem peminjaman dan pengembalian buku.

"Telah ada software dikerjakan secara digitalisasi,"tuturnya.

Sumindar bersyukur awal berdiri Perpustakaan Islamic Center awalnya tersedia 500 buku koleksi kini bertambah. 

Jumlah buku di Perpustakaan Islamic center ada 3796 judul atau 7000 elsemplar juga berasal dari donatur.

Sumber pendaanaan otomasi berasal dari hibah pemprov Kalimantan Timur tahun 2018 senilai 50 juta.

Kini dengan buku 7000 eksemplar dengan komposisi buku 70 persen buku agama.

Sisanya buku umum bisa digunakan untuk melayani masyarakat.

Sebelum komputerisasi dalam sebulan bisa 350 sampai 400 orang pengunjung.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved