Sabtu, 25 April 2026

Media Sosial Down

VIDEO - Facebook dan Instagram Down, Begini Keluhan Penjual di Online Shop dan Penggunanya

Dua platform media sosial, Facebook dan Instagram down mulai Rabu (13/3/2019) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Penulis: Djohan Nur | Editor: Amalia Husnul A
tribunkaltim.co/djohan nur
Ilustrasi pengguna sosial mengakses Instagram 

Bahkan hanya sekadar membuka laman instagram saja pengguna taka akan bisa masuk ke dalam akunnya.

Gangguan yang terjaod pada situs jejaring sosial Facebook dan Instagram ini mendapatkan respon dari warganet.

Tagar #InstagramDown serat #FacebookDown menjadi trendiong topic di twitter.

 

Begitu pula dalam pencarian google trend.

Instagram Down menjadi kata kunci yang banyak dicari oleh warganet.

Facebook dalam unggahannya di Twitter hanya menuliskan pihaknya sedang berupaya menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin.

"Kami menyadari bahwa beberapa orang saat ini mengalami masalah dalam mengakses kumpulan aplikasi Facebook. Kami sedang berupaya menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin," cuit akun Facebook pada unggahan Twitter.

Sementara mengutip dari situs DownDector.com, gangguan yang terjadi pada situs jaringan sosial ini mulai terjadi di Amerika Serikat terutama wilayah Pantai Barat dan Timur.

Gangguan kemudian berlanjut ke Eropa dan Australia. 

Dalam unggahan lainnya Facebook juga memberikan keterangan bahwa gangguan ini tidak terkait dengan serangan DDoS.

"Kami fokus pada upaya untuk menyelesaikan masalah secepat mungkin, tetapi dapat mengonfirmasi bahwa masalah tersebut tidak terkait dengan serangan DDoS," tulisnya.

Mengenal Serangan Ddos

Facebook dalam cuitan Twitter mengonfirmasi gangguan yang terjadi tidak terkait dengan serangan DDoS.

Apa itu serangan DDoS? Penolakan layanan secara terdistribusi atau Distributed Denial of Service (DDos) adalah salah satu jenis serangan Denial of Service yang menggunakan banyak host penyerang.

Baik itu menggunakan komputer yang didedikasikan untuk melakukan penyerangan atau komputer yang "dipaksa" menjadi zombie untuk menyerang satu buah host target dalam sebuah jaringan.

Dikutip dari Wikipedia, serangan Denial of Service klasik bersifat "satu lawan satu", sehingga dibutuhkan sebuah host yang kuat (baik itu dari kekuatan pemrosesan atau sistem operasinya) demi membanjiri lalu lintas host target sehingga mencegah klien yang valid untuk mengakses layanan jaringan pada server yang dijadikan target serangan.

Serangan DDoS ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan Denial of Service yang klasik, yakni dengan meningkatkan serangan beberapa kali dengan menggunakan beberapa buah komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi "tidak berguna sama sekali" bagi klien.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved