Minggu, 19 April 2026

Pilpres 2019

Nyaris Disusul Prabowo-Sandiaga Menurut Survei Litbang Kompas, Begini Respon Jokowi

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dalam survei ini turun dibandingkan survei Litbang Kompas di Oktober 2018 lalu.

MAULANA MAHARDHIKA
Capres urut 1 Joko Widodo dan nomor urut 2 Prabowo Subianto berjalan bersama pada Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut bertujuan untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA agar terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019. 

Selain itu, si responden akan melakukan simulasi pemungutan suara. Responden diminta memilih salah satu pasangan calon. Hasilnya akan dimasukkan ke dalam amplop yang disegel.

Simulasi pencoblosan ini dilakukan karena pertanyaan seputar pilihan capres-cawapres termasuk pertanyaan sensitif. Dengan simulasi itu, tingkat akurasi jawaban meningkat dibandingkan tanpa simulasi.

Untuk mengecek kinerja tenaga survei dan menjaga kualitas jawaban responden, Litbang Kompas bakal menghubungi responden kembali untuk memastikan penyurvei benar-benar melakukan wawancara.

"Jika berbohong, hasil wawancara dengan responden itu akan kami hapus dan tidak kami pakai. Jadi hasil survei harus betul-betul mencerminkan data di lapangan," ujar Kristianto.

Setelah itu, seluruh data hasil survei dikumpulkan serta diolah oleh Litbang Kompas untuk kemudian dipublikasikan.

[Fabian Januarius Kuwado]

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Bersyukur Ada Survei yang Tak Menguntungkan, Ini Sebabnya...", dan  "Di Balik Survei Litbang "Kompas", dari Penentuan Responden hingga Cara Kerja Penyurvei...", 

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved