Berita Video
VIDEO - Kampung Pinisi RT 32 Klandasan Ilir, Ubah Kesan Kumuh Kampung di Pesisir, Ini Ide Kreatifnya
Permukiman yang tadinya berkesan kumuh dan habis terbakar bisa menjadi bersih dan indah, dengan kesadaran warganya, semuanya mungkin terjadi.
Penulis: Djohan Nur | Editor: Amalia Husnul A
Karenanya saat peringatan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2018 lalu, kampung ini pun menggelar lomba kebersihan.
“Kami mengadakan lomba tersebut supaya memunculkan minat warga untuk membuat lingkungannya menjadi bersih.
Dari situlah muncul ide sekalian bersih-bersih juga indah muncul juga ide kretif seperti melukis dinding dan mewarnai jalanan,” kata Sri Rahayu
Selanjutnya, kampung inipun diberi nama Kampung Pinisi RT 32 lantaran warga di sini mayoritas adalah suku Bugis.
“Setelah kami mengadakan lomba tersebut, Bank Indonesia datang dan mengajak kami untuk membudidayakan cabai warna-warni.
Tujuannya adalah untuk menekan inflasi, karena cabai itu harganya lumayan mahal apabila terjadi kelangkaan di pasar.
Untuk itu kami mencoba membudidayakan cabai tersebut di lahan seadanya di depan pekarangan,” kata Sri Rahayu.
Menurut Sri Rahayu mengajak warganya untuk hidup bersih itu susah-susah gampang. Tetapi, Sri Rahayu selalu berusaha dan merangkul anak muda dan ibu – bu PKK di RT 32.
“Bersih sekali itu gampang, tetapi mempertahankan kebersihan itu yang susah,” kata Sri Rahayu.
Sri Rahayu selalu mengajak warganya untuk menyapu setiap pagi dan sore, lewat grup mereka di media social.
Selain itu juga, mereka tidak membuang sampah ke laut dan hanya membuang sampah pada malam hari, sehingga pada saat pagi hari sudah terlihat bersih dan tidak ada lagi sampah.
Dan Sri Rahayu mengusahakan setiap rumah di Kampung Pinisi RT 32 mempunyai tempat sampah.
(*)
Follow Instagram tribun kaltim
Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini