Pembunuhan Siswa SMKN 3 Tondano Bermotif Sakit Hati, Korban Diajak Swafoto & Ditikam 13 Kali
Polres Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara,ungkap pembunuhan siswa SMKN 3 Tondano. Motif karena sakit hati lalu pelaku modus Swafoto lalu ditikam tewas.
TRIBUNKALTIM.CO, MINAHASA - Polres Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan Santo Antonius Sumampouw (18) siswa SMKN 3 Tondano pada Jumat (22/3/2019).
Diketahui, Mayat Santo Sumampouw pertama kali ditemukan seorang nelayan, Ferry Gawe, warga Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur di lokasi wisata Pantai Kora-kora.
Jasad yang sudah membusuk dan membengkak.
Dia diduga dibunuh pada Rabu (13/3/2019)
Jenazah Santo Sumampouw sudah dikuburkan pada Senin (18/3/2019)
Polisi sudah menangkap dua tersangka yakni AM (18) dan ST (18).
Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Mohammad mengungkapkan awalnya tim buser Polres Minahasa menelusuri di lokasi penemuan jenazah korban.
Lima Hal Makam Tua Belanda Asrama Bukit Balikpapan, Wabah Malaria Sampai Kuburan Rusak Berlumut
VIDEO - Batu Nisan Bertuliskan Gaya Belanda, Inilah Makam Tua Belanda di Kota Balikpapan
"Dari situ kami langsung menghubungi teman-teman hingga kenalan korban. Awalnya kami kesulitan menanyai kenalan korban satu persatu, tapi ada dua kenalan (saksi) korban yang mengetahui identitas dari pelaku AM dan pacar dari pelaku ST," ungkapnya.
Polisi pun menangkap tersangka AM di Kelurahan Tataaran Patar pada Rabu (22/3/2019). Polisi mendatangi C, pacar tersangka ST di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
"Informasi dari kedua orang tersebut kami kumpulkan hingga berujung pada penangkapan pelaku utama yaitu ST," lanjut Kasat Reskrim.
Katanya, tersangka AM dan ST dijerat dengan pasal tuduhan pembunuhan berencana yakni Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan/atau Pasal 56 ke-1 KUHP Juncto Pasal 340 KUHP
Subsider pasal 330 KUHP dengan ancaman kurungan 20 tahun atau maksimal penjara seumur hidup.
Anak Muda Balikpapan, Ayo Bergabung dalam Millennials Gathering, Catat Tempat Pelaksanaannya
Gelar The 9th Mulawarman Pharmaceutical Conference, Fakultas Farmasi Unmul Gandeng Sidomuncul
"Pacar ST yang berinisial C kami hanya jadikan sebagai saksi," lanjut AKP Mohammad Fadly.
Dia mengungkapkan tesangka ST sebelumnya pernah melakukan penganiayaan dan pencurian.
"Semua riwayat kriminal tersebut akan kami kumpulkan dan segera akan kami limpahkan ke kejaksaan. Tapi semua tergantung keputusan hakim apakah akan diberatkan atau bagaimana," tandas Fadly.

Sakit Hati Pacar Dihina
ST tega membunuh Santo karena sakit hati atas hinaan korban yang menyebut pacarnya, PSK.
Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Mohammad mengungkapkan korban awalnya diajak kedua pelaku menuju Desa Makalisung menggunakan mobil.
Mereka mengonsumsi minuman keras jenis cap tikus dicampur obat-obatan.
Banyak yang Salah Paham, Mahfud MD Tegaskan Jual Beli Jabatan Rektor UIN Hanya Ada Tiga Kasus
Pelaku mengajak korban ke pantai untuk berselfie atau Swafoto, tiba-tiba rekan tersangka AM merangkul dan menahan tubuh korban.
Kemudian tersangka ST mengambil pisau terus menusuk korban berkali kali.
"Merasa tidak puas, ST menambah tikaman hingga berjumlah 13 tusukan," ungkap Kasat Reskrim.
Paus Ini Tewas Setelah Telan 40 Kg Plastik di Pantai Filipina, Simak Foto-fotonya Ini
Dia menambahkan, setelah membunuh korban, kedua pelaku menyeret tubuh korban bibir Pantai Kora-kora.
"Memang sebelum mengajak korban ke Desa Makalisung, kedua tersangka telah merencanakan pembunuhan tersebut," lanjutnya.
Ezra Walian Butuh 385 Menit untuk Cetak 1 Gol, Apakah Timnas U-23 Indonesia Butuh?
Merasa Sangat Sedih, Ezra Walian Akhirnya Buka Suara Seusai Dilarang Bela Timnas U-23 Indonesia
Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti yaitu satu unit mobil Avanza, kunci mobil, dan STNK.
"Untuk pisau yang digunakan masih kami upayakan cari karena usai membunuh, si pelaku membuang pisau itu ke dasar jurang Tinoor," katanya.
Ayah korban, Maxi Sumampouw dan ibu korban, Jeane Tambengi tampak sangat terpukul atas kematian yang menimpa putra semata wayang itu.

Keduanya sudah mengetahui pembunuh anak mereka sudah ditangkap. Namun, tak ada komentar rasa dendam yang keluar dari mulut mereka saat ditemui tribunmanado.co.id
"Semuanya sudah kami serahkan ke polisi. Tidak ada yang bisa kami perbuat," ungkap Jeane Tambengi
Katanya, keluarga sudah merelakan kepergian Santo Sumampouw, walaupun belum bisa melupakan sosok anak mereka.
"Ya saat ini kami lanjutkan saja apa telah terjadi, sementara kami sedang persiapkan acara mingguan yang akan dibuat pada Minggu ini," lanjutnya.
Follow juga akun Twitter Tribunkaltim.co
Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Pembunuhan Siswa SMKN 3 Tondano: Korban Diajak Swafoto, Dipeluk dari Belakang Lalu Ditikam 13 kali, http://manado.tribunnews.com/2019/03/22/pembunuhan-siswa-smkn-3-tondano-korban-diajak-swafoto-dipeluk-dari-belakang-lalu-ditikam-13-kali?page=all. http://manado.tribunnews.com/2019/03/22/pembunuhan-siswa-smkn-3-tondano-korban-diajak-swafoto-dipeluk-dari-belakang-lalu-ditikam-13-kali?page=all.
Penulis: Uploader 1
Editor: Aldi_Ponge