Selasa, 19 Mei 2026

Bawaslu PPU Gencar Pantau Medsos, Ini Alasannya

- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Penajam Paser Utara (PPU), mulai gencar memantau media sosial (medsos).

Tayang:
Penulis: Samir |
Tribunkaltim.co/ Samir
Ketua Bawaslu PPU, Edwin Irawan 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Penajam Paser Utara (PPU), mulai gencar memantau media sosial (medsos). 

Hal ini dilakukan karena dikhawatirkan adanya ASN yang memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden maupun caleg, baik dukungan dengan mengshare atau membagikan program dan foto maupun menglike status orang lain yang berhubungan dengan dukungan salah satu capres maupun caleg.

Ketua Bawaslu PPU, Edwin Irawan menjelaskan, bahwa saat ini pemberian dukungan melalui medsos semakin gencar dilakukan para pendukung capres maupun caleg.

Live Streaming MasterChef Indonesia 2019, Tayang Minggu 31 Maret 2019 Pukul 15.30 WIB 

Live Streaming MotoGP Argentina 2019, Tayang Minggu 31 Maret Pukul 22.00 WIB

Bayi Dibuang Orangtuanya di Samarinda, Syahrudin Temukan Saat Sedang Nonton Debat Capres

Ia mengatakan bila hal itu dilakukan warga bisa tak menjadi masalah, namun bila hal itu dilakukan ASN maka akan menjadi masalah dan berdampak terhadap pemberian sanksi.

Ia mengatakan sanksi yang diberikan tidak ringan, karena bila sudah memasuki proses pemeriksaan dan terbukti maka akan direkomendasikan kepada Komisi ASN.

"Dan sanksi itu paling rendah sanksi sedang yaitu penundaan gaji berkala selama setahun. Pokoknya pasti ada sanksinya, " jelasnya.

Bahkan, jika memberikan like dalam status orang lain di medsos yang berhubungan dengan capres maupun caleg tetap akan diberikan sanksi. Apalagi bila menbuat status sendiri yang jelas memberikan dukungan.

Deretan Cek Fakta Jokowi Hasil Debat Keempat Pilpres 2019 Tadi Malam 

Deretan Zodiak yang Jadi Idaman Para Mertua, Pisces Mudah Terima Nasihat

Namun demikian, Edwin mengatakan sampai sekarang belum mendapatkan maupun adanya laporan ASN yang memberikan dukungan melalui medsos.

"Tapi kalau ada masyarakat yang mengetahui ada AsN yang memberikan dukungan di medsos, silahkan laporkan akan kami tindaklanjuti laporan itu, " ujarnya. (*) 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved