Krisis Venezuela

Mengapa AS Ingin Rusia Keluar dari Venezuela ? Padahal AS Punya Markas di Seluruh Dunia

Si Rusia melalui Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menanggapi permintaan Amerika Serikat agar mereka meninggalkan Venezuela yang lagi krisis ekonomi.

Mengapa AS Ingin Rusia Keluar dari Venezuela ? Padahal AS Punya Markas di Seluruh Dunia
CRISIS GROUP
Krisis ekonomi di Venezuela. Warga Venezuela marah karena bahan pokok langka. Rakyat mengalami kelaparan. Negara ini jatuh miskin dianggap ada yang salah kelola. Awalnya masyarakat di Venezuela diberi fasilitas subisidi yang luar biasa. 

"Tidak ada air, tidak ada listrik, mati lampu, makanannya mulai membusuk, tidak ada kendaraan. Benar-benar buruk," keluh nenek 78 tahun itu.

Gian Zola Diminati klub Lain, Miljan Radovic Isyaratkan Pengurangan Pemain di Persib Bandung

Hasil Malaysia Open 2019 - Kalahkan Tuan Rumah Malaysia, Ahsan/Hendra Melaju ke Perempat Final 

Selain Velasco, Carmen Moncada mengeluh mereka mengalami kekeringan sehingga berhadap perusahaan air setempat bisa segera memulihkan pasokan.

Sementara Distrik El Valle yang berlokasi agak jauh, penduduk di sana menggali lubang sendiri dan mengambil air untuk keperluan toilet mereka.

Presiden Nicolas Maduro telah memerintahkan sistem penjatahan listrik pada Mei nanti untuk memberi waktu bagi teknisinya memperbaiki gardu yang bermasalah.

Selain itu, Maduro juga menginstruksikan agar jam kerja karyawan dipotong sehingga mereka bisa pulang sebelum gelap, dan sekolah ditutup selama pemadaman berlangsung.

Di taman Caracas, seorang pengacara dari kawasan La Castellana datang dan hendak membeli satu mobil tanker untuk apartemennya.

Nella Kharisma Nyanyi Sejak Usia 3 Tahun di Pagelaran Wayang, Ini Playlist Terbaiknya

Dianggap Arogan, Massa Tuntut Ketua Grab Balikpapan Mundur dari Jabatannya

"200 dollar AS (sekitar Rp 2,8 juta) untuk Castellana," ujar sopir truk dengan cepat sembari menunjuk kapasitas 8.000 liter yang dibawanya.

Meski gaji rata-rata di Venezuela adalah 5 dollar AS (sekitar Rp 71.000) per hari, pengacara itu tidak mengeluh atau mencoba menawar.

"Ini adalah harga yang harus kami bayar jika ingin tetap tinggal di Venezuela," kata si pengacara yang menolak memberi identitasnya itu.

Nasib pengacara itu masih lebih baik daripada Carmen Veliz yang tinggal di March 24 yang mengaku air tidak mereka dapat selama "berbulan-bulan".

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved