Berita Video
VIDEO - STIENUS Sangatta Wisuda 218 Lulusan, Begini Pesan Bupati Kutai Timur Ismunandar
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara atau STIENUS Sangatta mewisuda 218 lulusannya, Minggu (14/4/2019).
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara atau STIENUS Sangatta mewisuda 218 lulusannya, Minggu (14/4/2019).
Sebanyak 218 lulusan tersebut terdiri dari 162 lulusan dari Program Studi Manajemen dan 52 lainnya dari Program Studi Ilmu Akutansi.
Bupati Kutai Timur Ismunandar yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, di Sangatta ada tiga perguruan tinggi yang lulusan-lulusannya sudah mengabdi di hampir seluruh kecamatan untuk membantu pembangunan.
Tiga perguruan tinggi tersebut yakni, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper), Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (Stais) dan STIE Nusantara.
Dua perguruan tinggi, Stiper dan Stais mendapat subsidi dari Pemkab Kutim. sehingga mahasiswanya bisa menempuh pendidikan tanpa dibebani SPP.
“Untuk STIENUS, semoga keuangan Pemkab Kutim membaik ke depannya. Sehingga apa yang diharapkan Ketua Pembina Yayasan Stienus Sangatta, untuk mendapat bantuan pemerintah bisa terpenuhi,” kata Bupati Kutai Timur Ismunandar.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Prima Nusantara Sangatta, Profesor DR Hj Ratna Kusuma melaporkan, sejak berdiri, STIENUS Sangatta sudah meluluskan 1.000 mahasiswanya. Para pendidiknya pun memiliki kompetensi yang memadai dan terus ditingkatkan kemampuan pendidikannya.
“Tiga pengajarnya saat ini sedang menyelesaikan program pendidikan doktoral. Kami berharap, Pemkab Kutim juga bisa membantu peningkatkan program pendidikan tinggi bagi kampus Stienus Sangatta melalui anggaran daerah.
Agar STIENUS Sangatta bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya,” kata Ratna.
Dalam kesempatan ini, LL Dikti Kalimantan, Prof DR Udiansyah MS mengatakan peran pendidikan tinggi swasta sangat besar dalam pendidikan tinggi di Indonesia.
Saat ini, dari usia pendidikan tinggi, baru 34 persen yang menempuh pendidikan tinggi.
Lebih rendah dibanding negara lain, seperti Korea yang mencapai 98 persen, Singapura 78 persen dan Malaysia 38 persen.
“Namun dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012, tentang persamaan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta, lulusan PTS, jangan minder.
Karena masing-masing punya kompetensi dan standar yang sama,” kata Udiansyah.
Hanya saja, lanjut Udiansyah, STIENUS Sangatta belum mengikuti Statuta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wisuda-stie-nusantara-sangatta.jpg)