Perjuangan Muhammad Sajie, Imigran Aleppo yang Perkenalkan Syawarma Suriah di Samarinda
Dibalik kepopuleran Syawarma Suriah di Samarinda, ada sosok pria imigran yang berperan.
Setelah pulih, Sajie kembali memutuskan untuk membuka Syawarma sambil berjualan pakaian di Pasar Pagi. Itu terjadi setahun yang lalu.
Tak disangka usahanya itu membuahkan hasil positif. Rupanya banyak warga Samarinda yang suka sekali dengan makanan khas Timur Tengah tersebut.
"Awalnya coba-coba beli 4 sampai 5 ekor ayam. Itu untuk 40 porsi Syawarma. Ternyata ramai, jadi saya tekuni hingga akhirnya berjualan di Pasar Malam," katanya.
Di Pasar Malam mengalami peningkatkan. Bahkan yang tadinya hanya terjual 40 porsi per Hari, meningkat menjadi 400 porsi per hari.
Hingga akhirnya kini Sajie telah memiliki tempat sendiri atau rumah makan Syawarma di Jalan Pangeran Antasari yang baru berjalan sebulan.
Perjuangannya kini membuahkan hasil, awalnya hanya sendiri, sekarang Sajie memiliki 13 karyawan.
Menurutnya usaha tersebut diharapkan bisa menjadi ladang rezeki untuk orang lain. Ada tiga tujuannya membuka usaha ini.
Pertama yakni dakwah tentang Islam, kedua mempunyai keluarga baru, ketiga peningkatan ekonomi untuk karyawannya.
Pria yang kini memilki empat anak ini terkadang miris dengan komentar orang.
Di akun youtube nya ada orang yang tidak menginginkan orang asing sukses di Indonesia. Padahal Sajie sendiri kini memiliki istri, dan anak orang Indonesia. Bahkan dia pun fasih berbahasa Indonesia.
"Saya cinta Indonesia. Anak saya orang Indonesia. Saya berbahasa Indonesia, jadi saya ingin sukses kan orang Indonesia juga," katanya.
Status kewarganegaraan Sajie kini sedang berproses untuk mendapatkan status WNI. Dalam 6 bulan kedepan Sajie diperkirakan mendapat status WNI.
Usaha Syawarma Sajie rencananya dalam waktu dekat akan membuka cabang di Jakarta. (*)
Likes dan Follow Fanspage Facebook
Follow Twitter
Follow Instagram
Subscribe official YouTube Channel