Hari Kartini

Kiprah 'Kartini' Kaltim: Farah Flamboyang Tinggalkan Dunia Kontraktor demi Anak Autis

RADEN Ajeng (RA) Kartini dikenal sebagai pahlawan pejuang emansipasi wanita. Saat ini kedudukan wanita dan pria mulai ada kesetaraan.

Kiprah 'Kartini' Kaltim: Farah Flamboyang Tinggalkan Dunia Kontraktor demi Anak Autis
Tribun Kaltim
Farah Flamboyan 

"Ayah saya pegawai BUMN. Ibu saya pegawai salah satu bank milik negara. Keduanya merupakan pekerja keras. Saat saya kecil, saya sedikit kurang bersentuhan dengan orangtua saya. Saya tidak ingin anak-anak saya dan anak-anak lainnya mendapatkan kondisi yang sama. Dengan kegiatan seperti ini, saya dapat lebih fokus dengan anak-anak saya dan juga bisa mendidiknya," ujarnya.

Jiwa pendidik Farah, bukan datang begitu saja. Setelah ia menelaah lebih jauh, kakek dan nenek Farah merupakan pengajar di salah satu sekolah di pulau Jawa. Kemudian, 4 saudara perempuannya juga berprofesi tidak jauh dari dunia pendidikan.

Pada 2011, Farah membantuk PAUD Inklusi Pelita Bunda, khusus untuk anak-anak autis dan difable. Kemudian, 2004 mendirikan Sekolah Khusus Pelita Bunda.

Peringati Kartini Day, Belasan Perempuan Balikpapan Ikuti City Tour, Begini Rasanya

Ini Daftar Promo Hari Kartini Hotel Berbintang di Kota Balikpapan yang Bisa Kamu Dapatkan

Libatkan Anak
Aktifnya Farah sebagai pegiat sosial di Samarinda menjadi contoh bagi ketiga anaknya. Tidak jarang, setiap momentum dan kegiatan, Farah mengajak anak-anaknya terlibat.

Bahkan, sudah beberapa tahun belakangan ini sang suami secara aktif terlibat di yayasan. Suami dapat dikatakan telah meninggalkan dunia kontraktor dan ikut fokus membantu Farah mengelola yayasan.

"Anak laki-laki saya yang paling tua, sekarang mengambil jurusan Pendidikan Khusus di Universitas Negeri Jakarta. Padahal, saya orang pertama yang menentang dia masuk jurusan tersebut. Tapi, penentangan saya itu bertujuan melihat sejauh mana tekad anak saya untuk menempuh jalur yang saya jalani sekarang," paparnya.

Selalu membawa anak-anak menurut Farah agar menggugah hati putra pertamanya ingin mengikuti jejak ibunya.

Farah bersyukur, satu dari tiga anaknya berniat meneruskan perjuangan yang telah dimulainya kurang lebih 10 tahun lalu.

SLB Tenggarong Peringati Hari Autis, Penampilan Siswa Ini Bikan Pengunjung Terkesima

Dengan memiliki yayasan tersebut jualah, Farah menegaskan, saat ini ia telah memiliki ratusan keluarga yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kan banyak juga siswa kami ini anak dari luar, yang orangtuanya bertugas sementara di Samarinda. Dan kekeluargaan kita ini sangat kental satu dengan lainnya. Jadi, saat mereka pulang ke daerahnya atau bertugas di tempat lainnya akan menjadi keluarga kita di daerah itu," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved