Perbankan

Bankaltimtara Perluas Jaringan Kantor dan Layanan di Kaltara, Bangun Ekonomi Daerah Berkelanjutan

Output yang diinginkan yakni mempersempit kesenjangan ekonomi, kesenjangan pengetahuan perbankan, kesenjangan arus lalu lintas uang, barang dan jasa.

Bankaltimtara Perluas Jaringan Kantor dan Layanan di Kaltara, Bangun Ekonomi Daerah Berkelanjutan
Tribun Kaltim/Fransina L
Direktur Utama Bankaltimtara Zainuddin Fanani (paling tengah) bersama jajaran manajemen memperlihatkan penghargaan yang diraih di ajang Top BUMD 2019, Senin (29/4), di Golden Ballroom The Sultan Hotel Jakarta. Tiga award itu adalah Top BUMD 2019 (Best All Criteria), Top BPD Buku II 2019, dan Top CEO BUMD 2019 (Berbasis Prestasi). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - PT BPD Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) atau Bankaltimtara, mencatatkan prestasi terunggul di Top BUMD 2019 dengan memboyong lima award. Penghargaan tersebut berhasil diraih karena manajemen berkomitmen dan berhasil membangun ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Ditemui usai penyerahan award Top BUMD 2019 di Golden Ballroom The Sultan Hotel Jakarta, Senin (29/4/2019) malam, Direktur Utama Bankaltimtara Zainuddin Fanani yang didampingi Pemimpin Sekretariat Perusahaan Bankaltimtara Abdul Haris Sahilin, dan jajaran manajemen menuturkan secara gamblang mengenai komitmen Bankaltimtara membangun perekonomian dan sosial masyarakat di Kaltim dan Kaltara.

"Yang dinilai oleh mereka (juri Top BUMD 2019), adalah BUMD yang memiliki program yang terencana dan berkesinambungan setiap tahun, sesuai visi dan misi," tutur Zainuddin mengawali perbincangan.

Sekarang, lanjut Zainuddin, yang berkelanjutan adalah perluasan jaringan kantor dan layanan di Provinsi Kaltara. Provinsi termuda di Indonesia ini memiliki 50 kecamatan. Jaringan kantor dan layanan Bankaltimtara baru hadir di 36 kecamatan atau 72 persen wilayah. Jadi, masih tersisa 14 kecamatan lagi yang belum dijangkau. "Mengejar pencapaian ini tidak mudah karena wilayah pelosok Kaltara penuh keterbatasan terutama infrastruktur dan telekomunikasi," tambah Zainuddin.

Padahal infrastruktur sangat terkaitan dengan faktor keamanan atau risiko. Di perbankan ada beberapa aspek risiko diantaranya likuiditas dan operasional. Untuk itulah, sangat diharapkan para kepala daerah agar mempercepat pembangunan infrastruktur jalan. Paling tidak jalur jalannya dapat dibuka. "Kemudian kami mengimbau para kepala daerah untuk bekerjasama dengan operator telekomunikasi untuk memperluas jaringan telekomunikasi, sehingga operasional perbankan bisa online. Ternyata di Kaltara telah dibangun sekitar 50 BTS oleh pemerintah daerah namun operator telekomunikasi masih enggan beroperasi di sana karena minimnya penduduk dan berpotensi kerugian bisnis," beber Zainuddin.

Meski begitu, manajemen Bankaltimtara tetap berkomitmen menjadi pionir membuka keterisolasian wilayah dan perekonomian di Kaltara. Sebagai lokomotif dan agen pembangunan. Faktor-faktor inilah yang dinilai oleh penyelenggara Top BUMD 2019.

Bankaltimtara, tegasnya, berinisiatif dan mengambil peran paling utama ketika suatu daerah belum tersentuh lembaga keuangan. Bankaltimtara bertanggungjawab karena merupakan perbankan yang lahir di daerah. Output yang diinginkan yakni mempersempit bahkan meniadakan kesenjangan ekonomi, kesenjangan pengetahuan dunia perbankan, kesenjangan arus lalu lintas uang, barang dan jasa.

Sebagai pionir, bagaimana meminimalisasi risiko-risiko di Kaltara? Zainuddin menyebut, Bankaltimtara telah berhitung secara komprehensif dan tentu tidak mau merugi. Ketika menyuplai uang ke pelosok-pelosok yang jauh melalui jalur darat, sungai, laut dan udara, semua dana diasuransikan terlebih dahulu. Jika terjadi risiko, maka kerugian tidak fatal. Selain itu, armada angkutan yang digunakan harus sesuai standar. "Banyak tantangan yang dihadapi namun Bankaltimtara tidak pantang mundur, tidak terhentikan oleh apapun. Ini kesempatan mengakselerasi pembangunan di pelosok. Berbagai inisiasi dan inovasi dilakukan serta berkemauan yang kuat untuk merintis kesejahteraan bagi masyarakat," tandasnya lagi.

Seperti diketahui, daftar award yang diperoleh Bankaltimtara terus bertambah. Di ajang Top BUMD 2019 Bankaltimtara meraih penghargaan dalam lima kategori sekaligus. Lima kategori itu yakni Top BUMD 2019 (Best All Criteria), Top BPD Buku II 2019, Top CEO (Chief Executive Officer) BUMD 2019 (Berbasis Prestasi) Zainuddin Fanani, Top Pembina 2019-Isran Noor, Gubernur Kaltim, dan Top Pembina 2019-Irianto Lambrie, Gubernur Kaltara.

Penghargaan diserahkan oleh penyelenggara kepada Direktur Utama PT BPD Kaltim Kaltara Zainuddin Fanani, Gubernur Kaltim Isran Noor dan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. Penghargaan ini diberikan oleh Majalah Top Business bersama Asia Business Research Center, serta beberapa lembaga penilai. Kegiatan Top BUMD diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahun. Senin kemarin, acara ini dihadiri 750 peserta termasuk kepala daerah dan Top Manajemen BUMD seluruh Indonesia. Tahun ini, tema yang diusung yakni "BUMD Membangun Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan". Tahun ini, penilaian dan proses seleksi pemenang dilaksanakan secara ketat dan rinci sejak Januari hingga awal April 2019.(*)

Penulis: Fransina Luhukay
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved