Jumat, 24 April 2026

Banyak Caleg Petahana DPRD Bontang Tumbang, Begini Tanggapan Pemerhati Pemilu

Komposisi Anggota DPRD Bontang hampir dipastikan sebagian diiis Caleg pendatang baru. Beberapa diantaranya bahkan masih tergolong muda.

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Ichwal Setiawan
AHMAD SYAHRIR Anggota LSI Strategi 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Komposisi Anggota DPRD Bontang hampir dipastikan sebagian diiis Caleg pendatang baru. Beberapa diantaranya bahkan masih tergolong muda bahkan beberapa diantaranya politisi baru.

Pemerhati politik Pemilu Ahmad Syahrir mengatakan, fenomena ini muncul dipengaruhi beberapa faktor, diantarnya seperti hilangnya kepercayaan publik terhadap politisi senior hingga kepercayaan tinggi dari para calon petahana.

“Ada beberapa kasus korupsi yang membuat pemilih jenuh dengan politisi itu-itu saja, kepercayaan turun berdampak pada elektoral politisi senior (tua) menurun,” ujar Syahrir kepada tribunkaltim.co, Senin (6/5/2019).

Di samping itu, faktor lainnya yang mempengaruhi tumbangya sejumlah politisi senior lantaran over confidence atau terlalu percaya diri.

Para petahana telah merasa banyak melakukan hal yang berimbas kepada insentif elektoral mereka.

Padahal, tak berbeda denga caleg baru para petahanan seharusnya menyadari pertarungan politik selalu bersifat dinamis.

“Keunggulan pendatang baru itu mereka memaksimalkan potensi yang ada, strategi baru dilakukan untuk menjarinh sebanyak mungkin suara,”ujarnya.

Sementara itu, para pendatang baru ditopang oleh tim-tim yang kuat dan enerjik atau SDM, kemudian faktor dukungan dana operasional yang cukup serta waktu untuk berkampanye lebih banyak.

Tiga poin di atas sejatinya juga dimiliki oleh para petahana, tetapi para pendatang baru mampu mengelola SDM, modal dan waktu dengan baik.

“Itu beberapa hal yang membuat konstelasi politik di parlemen Bontang banyak alami berubahan,” ujarnya.

Sekadar informasi, hasil rekapitulasi sementara para caleg petahana diprediksi bertahan hanya 12 orang dari total 25 anggota dewan.

Mereka antara lain, Nursalam (Ketua DPRD), Faisal (Wakil Ketua DPRD), Etha Rimba Paembonan (Wakil Ketua DPRD). Dari Komisi I yang mempereh suara tinggi, Agus Haris dan Abdul Malik serta Muslimin, Sedangkan komisi II yang bertahan yakni, Ma’ruf Effendi dan Bahktiar Wakkang, sementara untuk Komisi III Rustam, Agus Suhadi, Ridwan, dan Rusli.

Sementara 13 caleg petahana lainnya gagal meraih suara untuk mengantarnya ke DPRD Bontang. (*)

Dua Petahana Tumbang, Kalah Strategi dan Modal

Sementara itu, hasil rekapitulasi suara anggota DPRD Bontang telah memunculkan sejumlah Calon Legislatif (Caleg) dengan suara tertinggi.

Dari data tersebut terlihat sejumlah Caleg petahana tumbang. Posisi mereka diisi  sejumlah para caleg baru. Beberapa diantaranya merupakan politisi pendatang baru dan berusia muda.

Salah satu Caleg pertahana yang gagal meraih suara tinggi, Setioko Waluyo mengaku iklim politik tak lagi sehat.

Menurutnya, politik transaksional di Pemilu 2019 massif terjadi karena para pemilih lebih banyak menyalurkan suaranya kepada calon dengan modal besar.

“Itu bukan rahasia lagi lah, prediksi saya tentang pemilih salah. Pemilih tidak lagi ingat jasa, kebaikan bahkan tetangga,” ujar Setioko kepada tribun saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2019).

Strategi politik dan dukungan modal menjadi penentu dalam suksesi Pemilu 2019 ini. Setioko beranggapam para peraih suara tinggi, banyak ditopang dari dukungam modal besar.

“Masyarakat sekarang banyak beranggapan  jadi dewan itu banyak uang, padahal saya ini sudah rasakan tak seperti itu. Tapi saya tetap enjoy lah dengan hasilnya,” ujar Setioko.

Tak berbeda, caleg petahana gagal meraih suara tinggi, Suhut Harianto mengaku pertarungan mempertahankan kursi anggota DPRD pada Pemilu kali ini cukup sulit.  Strategi yang telah dimainkan kurang efektif.

Para caleg pendatang ternyata memiliki strategi lebih baik ketimbang dirinya. “Sudah kita buat relawan tapi strategi mereka jauh lebih baik,” ujar Suhut kepada tribun.

Tribun menanyai keduanya terkait rencana untuk bertarung kembali di Pileg selanjutnya, keduanya menjawab seragam. Mereka masih menimbang kondisi dan iklim politik kedepannya. (*)

Baca juga:

Mengenal Abdul Majid Al Zindani, Pria yang Menikahi Putri Aa Gym, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Cara Mudah Bisa Khatam Al-Quran di Bulan Ramadhan

TERPOPULER - Jadwal Buka Puasa Ramadhan 1440 H Hari Pertama untuk Kota Balikpapan dan Samarinda

TERPOPULER - Lafal Doa Niat Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Bahasa Arab dan Artinya

Hasil Liga Inggris dan Klasemen - Berbagi Poin, Manchester United Tak Lolos ke Liga Champions

Likes Fanpage Facebook: 

Follow Twitter:

Follow Instagram:

Subscribe Official YouTube Channel:

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved