Nilai UTBK Belum Aman dan Mau Mengulang, Perhatikan 4 Pesan Ketua LTMPT Ini Untuk Hasil Lebih Baik

LTMPT kembali mengumumkan hasil UTBK SBMPTN 2019 baru-baru ini. Untuk peserta yang memperoleh nilai kurang baik masih diberi kesempatan mengulang

Nilai UTBK Belum Aman dan Mau Mengulang, Perhatikan 4 Pesan Ketua LTMPT Ini Untuk Hasil Lebih Baik
kolase/sbmptn
UTBK SBMPTN yang digelar oleh LTMPT ini adalah persyaratan wajib untuk mendaftar SBMPTN 2019. 

Sedangkan yang kedua kelompok Sosial dan Humaniora (Soshum).

Untuk kelompok ini materi ujian berupa TPS dan TKA Soshum meliputi Matematika Soshum, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi.

Nilai tinggi belum tentu aman
Langkah selanjutnya setelah memperoleh nilai UTBK SBMPTN cukup banyak diulas di dunia maya. Salah satunya ada di kanal YouTube dibidikmisi.com.
Dalam video yang diunggah 30 April 2019, Sukartono dari Redaksi Dibidikmisi.com mengulas tentang  Hasil UTBK Sesi 1 sampai dengan 4 yang telah di umumkan oleh LTMPT.
Pelamar UTBK berdasarkan data LTMPT :
Gelombang I : 698.505 orang
Gelombang II : 579.115 orang
Sukartono menyampaikan, dengan perkiraan ada sebanyak 25 persen pelamar yang mendaftar di gelombang II tidak mendaftar di gelombang I, maka diperkirakan ada sebanyak 800 ribu orang - 900 ribu orang yang nantinya akan mendaftar di SBMPTN.
Lantas, berapa sebenarnya jumlah pelamar yang akan diterima dari SBMPTN
Jika mengacu pada data SBMPTN 2018, hanya sekitar 20 persen pelamar SBMPTN yang kemudian dinyatakan lolos dan menjadi calon mahasiswa di PTN.
Jika merujuk aturan 20 persen SNMPTN dan 40 persen SBMPTN sesuai aturan 2019, maka total serapan SBMPTN adalah dua kali lipat yang diterima di SNMPTN.
Jika yang sudah diterima di SNMPTN lalu adalah sebanyak 90 ribu orang, maka otomatis yang diterima dari jalur SBMPTN adalah 2 kali lipatnya atau 180 ribu orang.
Berdasarkan data-data di atas, yakni ada sekitar 800 ribu - 900 ribu pelamar dan kursi tersedia hanya sebanyak 180 ribu saja, maka bisa dipastikan yang lolos hanyalah yang nilai UTBK-nya berada di peringkat 20 persen tertinggi
Dengan kata lain, pemilik nilai UTBK yang berada di kuartil ketiga hingga tertinggi punya peluang lulus diterima di SBMPTN.
Untuk yang nilai UTBK masih berada di kuartil II ke bawah, juga diimbau untuk terus belajar agar bisa memperbaiki skor UTBK selanjutnya.
Dan untuk yang berada di kuartil III hingga tertinggi juga diminta tak langsung senang karena posisinya juga belum aman.
Yang memiliki nilai di kuartil III hingga maksimal ini diminta untuk merasionalkan pilihan di PTN dan jurusan.
Di mana seperti diketahui, banyak pemilik nilai skor tinggi di SBMPTN tidak diterima di PTN tidak diterima karena salah menganalisis dan salah strategi.
Apalagi, skor UTBK antara satu dan yang lainnya juga tidak terpaut terlalu jauh.
Untuk itu, pemilik nilai UTBK tinggi harus lebih berhati-hati karena banyak yang memiliki nilai lebih tinggi.
Sukartono juga mengungkapkan, berdasarkan analisis dari UTBK gelombang I dan II, nilai UTBK yang 'aman' diprediksi harus minimal 600, baik itu untuk soshum maupun saintek.
(Penjelasan ini bisa dilihat di video yang ada di akhir berita)
Kesempatan untuk yang gagal
Sesi satu dari 24 sesi UTBK SBMPTN 2019 sudah dimulai Sabtu (13/4/2019) lalu.
Pelaksanaan pertama ujian berupa Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompeten Akademik (TKA) yang diselenggarakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) ini dimonitor oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dari Papua yang paling awal melaksanakan UTBK hingga Aceh melalui telecoference ke seluruh Pelaksana UTBK sejak pukul 7 WIB di Gedung BPPT di Jakarta.
Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, UTBK SBMPTN kali ini memiliki banyak kemudahan bagi peserta, termasuk tes dapat dilakukan di setiap provinsi dan hasil nilai dapat muncul 10 hari setelah tes beserta rata-rata nilai dari seluruh peserta secara nasional.
“Saya berharap jangan sampai terjadi gugup atau risau. Silakan Anda mendaftar, masih ada waktu yang cukup, yaitu 24 kali tes. Ini masih ada kesempatan banyak,” pesan Menristekdikti Mohamad Nasir kepada seluruh peserta UTBK SBMPTN 2019 seperti dilansir ristekdikti.go.id
Setelah memeriksa lokasi UTBK SBMPTN 2019 di seluruh Indonesia, Menristekdikti juga berkesempatan melihat pelaksanaan UTBK di salah satu lokasi UTBK, yaitu Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba di Jakarta.
Di hadapan awak media, Menristekdikti Mohamad Nasir menyatakan peserta UTBK SBMPTN 2019 diharapkan dapat belajar dari tes pertamanya di UTBK SBMPTN 2019 untuk mencoba lagi pada tes kedua, apabila dia merasa belum maksimal di tes pertama.
“Kalau dia pada saat tes, nilainya dirasa kurang yakin, dia diberikan kesempatan lagi untuk tes kembali. Dua kali dia bisa melakukan tes ini,” ungkap Menristekdikti Mohamad Nasir di Gedung Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) UI setelah melihat pelaksanaan UTBK SBMPTN 2019 di Kampus UI Salemba.
Nasir juga menyampaikan lokasi tes tidak dijadikan landasan diterima atau tidaknya pendaftar SBMPTN.
Pandangan calon mahasiswa harus mengambil tes di perguruan tinggi yang ingin dituju adalah pandangan yang salah.
“Tempat tes semua sama, yang penting hasil nilainya nanti nilai yang tertinggi. Inilah yang digunakan untuk mendaftar, jadi jangan khawatir pada rakyat Indonesia yang mereka tes di daerah masing-masing. Katakan dari Maluku, dari Papua, kemudian dia akan ambil di Universitas Indonesia, silakan. Apakah nanti ada bedanya yang tes di Papua sama yang di Jakarta? Semua lokasinya sama,” ungkap Menristekdikti.
Jadwal UTBK
Jadwal UTBK pada tahun 2019 yang meliputi penyelenggaraan, kegiatan, dan pelaksanaan UTBK adalah sebagai berikut.
Penyelenggaraan UTBK 2019:
Pada hari Sabtu dan Minggu, sebanyak 10 kali.
Setiap hari terdapat dua sesi tes, yaitu pagi dan siang sebanyak 20 sesi (kecuali hari libur nasional).
Jadwal kegiatan UTBK 2019 :
Pendaftaran UTBK terbagi dalam dua gelombang yakni:
Gelombang 1 :
01 Maret - 24 Maret 2019
Gelombang 2 :
25 Maret - 01 April 2019
Pelaksanaan UTBK :
Gelombang 1 :
13 April - 04 Mei 2019
Khusus Tuna Netra :
04 Mei 2019 Pagi (07.30 - 11.45)
Gelombang 2 :
11 Mei - 26 Mei 2019
Khusus Tuna Netra :
25 Mei 2019 Pagi (07.30 - 11.45)
Pengumuman Hasil UTBK : paling lambat 10 hari setelah pelaksanaan UTBK pada laman https://pengumuman-utbk.ltmpt.ac.id menggunakan username dan password yang dipakai saat pendaftaran UTBK.
Pengumuman bisa dilihat di  tautan ini
Pesan Ketua LTMPT

Terkait persiapan pelaksanaan UTBK Gelombang I, Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof. Ravik Karsidi kepada Kompas.com menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi "Pejuang SBMPTN" dalam menghadapi UTBK:

1. Jangan terlambat, sebab bila terlambat akan ditolak masuk dalam ruangan UTBK.

2. Kerjakan semua soal, jawab semuanya sebab tidak ada nilai minus untuk jawaban soal yang salah.

3. Bekerjalah dengan jujur. Jangan kerja sama, karena kalau ketahuan akan langsung didiskualifikasi alias berkasnya tidak akan diperiksa.

4. Berdoa dan minta didoakan orangtua untuk mendapat hasil yang terbaik dan maksimal.

Pesan Sekretariat SBMPTN

Sebelumnya, melalui akun resmi Twitter @Sekretariat SBMPTN, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi ( LTMPT) meminta para peserta UTBK 2019 memerhatikan 3 hal berikut:

1. Jadwal Tes: Bagi peserta yang memilih tanggal tersebut harap memperhatikan jadwal tes.

Halaman
123
Penulis: Doan Ebenezer Pardede
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved