MotoGP

Polemik Status Lokasi di Sirkuit MotoGP Mandalika, Pemilik Lahan tak Mau Diganti Rugi Tetapi Dibeli

Warga pemilik lahan yang ada di kawasan MotoGP, Mandalika Lombok menuntut agar lahan yang ada bakal jadi sirkuit MotoGP untuk dibeli bukan ganti rugi

Polemik Status Lokasi di Sirkuit MotoGP Mandalika, Pemilik Lahan tak Mau Diganti Rugi Tetapi Dibeli
bolasport.com
Berikut ini 6 Fakta Sirkuit Mandalika, Penatian Indonesia Sejak Tahun 1997 hingga Bisa Dijadikan Gedung Serba Guna. 

TRIBUNKALTIM.CO, LOMBOK TENGAH - Puluhan pemilik lahan di areal MotoGP, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Lombok Tengah meminta Indonesia Tourism Development Coorporate (ITDC) segera membayar ratusan hektare tanah mereka yang masuk dalam areal atau kawasan sirkuit MotoGP.

Gema Lazuardi, salah seorang pemilik lahan di lokasi paling strategis yang disebut-sebut sebagai lokasi utama (venue utama) atau garis start sirkuit MotoGP pada Kompas.com, Sabtu (18/5/2019) meminta ITDC agar segera membayarkan lahan masyarakat sebelum sirkuit dibangun.

"Dulu tahun 2016, lahan saya seluas 60 are atau 6.000 meter persegi itu ditawar dengan harga Rp 3 miliar oleh ITDC. Tetapi, seiring perjalanan waktu, proses transaksi belum berjalan," kata Gema.

Tersendatnya pembayaran kawasan itu, bukan dialaminya sendiri. Ada 49 pemilik lahan lainnya turut jejaknya dan menyerahkan kuasa padanya, agar proses pembayaran bisa sama dan rata, dan bukan diberi ganti rugi atau diberikan tali asih seperti pemilik lahan sebelumnya.

Ketika tahu Jokowi akan datang, Gema dan pemilik lahan lainnya sempat akan memasang spanduk di lahan mereka masing-masing, menyambut kunjungan presiden di areal MotoGP.

Dia menjelaskan, jika merujuk pada Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) untuk lahan miliknya mencapai Rp 500 juta per are.

Rencana pembuatan Sirkuit Mandalika di NTB
Rencana pembuatan Sirkuit Mandalika di NTB (nugy)

Sehingga jika ditotal mencapai Rp 30 miliar.

"Tempat saya itu venue utama sirkuit atau jantungnya sirkuit MotoGP.

Saya sebenarnya sudah lelah, bayangkan berapa tahun saya berusaha supaya diselesaikan, tapi tak ada titik terang dari ITDC," ungkapnya.

Warga yang lahannya masuk kawasan Mandalika Resort memang tidak bisa menjual tanahnya pada pihak lain selain ITDC, meskipun banyak yang berminat.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved