Soal Perang Promo Ojek Online, Satu Hal Ini Dinilai Bisa Lebih Sejahterakan Para Pengemudi
Adanya tarif baru membuat aplikator pun saling bersaing menggaet penumpang dengan memberikan promo. Begini kondisi di lapangan versi para pengemudi
"Mending tarifnya standar tapi orderan ada terus. Kalo customer kan lebih milih tarif yang lebih murah, apalagi ada kompetitor," kata Deni.
Hal senada disampaikan Muhammad Kriswiyanto (39) yang juga driver Go-Jek.
Ia sendiri tak mengalami masalah sepinya orderan saat Go-Jek menaikkan tarif.
Sebab, menurut dia, ojol sudah menjadi kebutuhan yang tak bisa terlepas dari keseharian masyarakat.
Meski begitu, ia sepakat tarif ojol seharusnya dipukul rata.
Jadi antara Grab dan Go-Jek tarifnya setara.
Menurut dia, yang menjadi masalah bukan hanya soal tarif, tapi soal promo.
Dia menyebut, promo yang diberikan kompetitor sangat mempengaruhi orderan yang masuk ke aplikasinya.
Dengan adanya promo potongan harga atau bundling paket perjalanan, maka secara otomatis pelanggan akan lari ke kompetitor.
"Kalau disamaratakan promonya sebenernya bisa lebih sejahtera kami (driver)," kata Kriswiyanto.
Oleh karena itu menurut dia, Kemenhub tak hanya mengatur soal tarif, tapi juga promo yang diberikan aplikator ojol.
Dengan adanya pengaturan promo yang masuk akal dan tak memberatkan kompetitor, maka kesejahteraan driver lebih merata.
Subscribe official YouTube Channel
BACA JUGA:
KPU Tetapkan Jokowi-Maruf Amin Dulang 55,50 Persen Suara, Suara Sah Nasional Capai 154.257.601
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ojol-263.jpg)