Rabu, 15 April 2026

Respon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno Terkait Kerusuhan di Aksi 22 Mei

Aksi 22 Mei yang berujung dengan terjadinya kerusuhan di sejumlah tempat membuat sejumlah petinggi Koalisi Adil Makmur angkat bicara

Penulis: Januar Alamijaya |
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Situasi terkini pukul 18.30 WIB di depan Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) 

Begitu turun dari mobilnya, sejumlah wartawan sempat meminta tanggapan Sandiaga Uno terkait kerusuhan dalam aksi penolakan hasil Pilpres 2019.

Namun, Sandiaga Uno hanya tersenyum dan mengangkat tangan kanannya kemudian masuk ke dalam rumah Prabowo Subianto.

Massa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari.
Massa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Kronologis Kerusuhan 22 Mei

Melansir Tribunnews.com aksi 22 Mei, yang menolak hasil Pilpres 2019 berakhir ricuh.

Diketahui, aksi bermula Selasa (21/5/2019) sore di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu, atau Bawaslu RI.

Semula, aksi di depan Kantor Bawaslu ini berjalan damai.

Demonstran sempat berbuka puasa di jalan, bahkan menjalankan ibadah Solat Magrib dan Tarawih.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal menyampaikan kronologis bagaimana kerusuhan terjadi.

Bermula di depan Kantor Bawaslu, hingga melebar ke sejumlah wilayah seperti Petamburan, Jakarta Barat. 

Ia mengatakan aksi unjuk rasa massa demonstran awalnya berjalan kooperatif dan damai.

Kepolisian pun memberikan kompensasi untuk agar massa dapat melakukan Salat Maghrib, Isya hingga Tarawih. 

Puluhan massa berkumpul di tengah jalan antara Blok C dan Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (22/5/2019) sekira pukul 11.00 WIB
Puluhan massa berkumpul di tengah jalan antara Blok C dan Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (22/5/2019) sekira pukul 11.00 WIB (Tribunnews.com/Vincentius Jyestha)
Walau dalam UU batas waktu pukul 18.00 WIB.
Alhamdulilah pada saat itu juga anggota kami melakukan ibadah tanpa sekat.
Setelah tarawih, sekira pukul 21.00 WIB Kapolres Jakpus mengimbau kepada massa aksi untuk membubarkan diri," ujar Iqbal, di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). 

Hal itu dituruti oleh koordinator aksi lapangan yang dengan kooperatif membubarkan diri dan meminta massa pulang ke rumah masing-masing. 

Petugas kepolisian terlibat bentrok dengan massa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari. Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas kepolisian terlibat bentrok dengan massa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Namun, sekira pukul 23.00 WIB, Iqbal mengatakan ada massa yang berulah anarkis dan provokatif.

Mereka disebut berusaha merusak barrier dan memprovokasi petugas di lapangan. 

Kondisi Jakarta hari ini aksi 22 Mei, tiga titik jadi sorotan, massa bentrok
Kondisi Jakarta hari ini aksi 22 Mei, tiga titik jadi sorotan, massa bentrok (Kolase Tribunnews.com)

Bahkan mereka menyerang petugas dengan melempar batu, bom molotov hingga petasan berukuran besar.

Polisi sendiri terus mengimbau agar massa itu membubarkan diri. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved