Minggu, 19 April 2026

Respon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno Terkait Kerusuhan di Aksi 22 Mei

Aksi 22 Mei yang berujung dengan terjadinya kerusuhan di sejumlah tempat membuat sejumlah petinggi Koalisi Adil Makmur angkat bicara

Penulis: Januar Alamijaya |
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Situasi terkini pukul 18.30 WIB di depan Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) 

"Kami terus mengimbau hingga pukul 03.00 WIB dan karena tidak kunjung kooperatif.

Terpaksa kita dorong massa yang sangat brutal tersebut.

Publik juga sudah bisa melihat.

Kami mengimbau segera pulang karena itulah imbauan polisi sesuai SOP," ucapnya. 

Seratusan Personel Brimob Tiba di Petamburan, Jakarta, Rabu, (22/5/2019)
Seratusan Personel Brimob Tiba di Petamburan, Jakarta, Rabu, (22/5/2019) (Tribunnews.com/ Taufik Ismail)
Dan ada menuju Jl KS Tubun, Petamburan, Jakarta Barat.

Jenderal bintang dua tersebut mengatakan ada 200 massa di Jl KS Tubun yang tengah beraksi pada pukul 03.00 WIB. 

"Dari beberapa peristiwa tersebut berbagai data sudah kami dapat.

Dari hasil pemeriksaan sementara bahwa mayoritas dari luar Jakarta, dari Jawa Barat, Banten dan ada dari Jateng," tukasnya.

Massa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari.
Massa terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Bentrokan antara polisi dan massa terjadi dari dini hari hingga pagi hari. ((Tribunnews/Irwan Rismawan))

FPI Bantu Polisi

Berita terkini, tokoh masyarakat di Petamburan yang juga ulama FPI ikut membantu pihak kepolisian menghalau kerusuhan demo 22 Mei 2019 di Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi bersama dengan sejumlah aparat kepolisian tampak bertemu dan berbincang dengan Habib Muksin, Panglima FPI Jakarta di lokasi kerusuhan.

Seusai perbincangan, keduanya kompak menjelaskan pada media bahwa aksi kerusuhan merupakan ulah pihak ketiga yang berasal dari luar Jakarta.

"Ini dilakukan oleh pihak ketiga yang memang sengaja ingin membuat kekacauan," ujar Habib Muksin, saat memberikan keterangan bersama sejumlah pihak kepolisian dari Metro Jakarta Barat.

"Kami berkoordinasi dengan beliau (Habib Muksin). Sebagian besar dan ada beberapa yang kita amankan ini dari luar daerah," ungkap Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi.

"Apakah itu Tasik, apakah itu Majalengka, apakah itu Banten, dan lain sebagainya. Ini dari luar daerah dan tak dikenali masyarakat," papar dia.

Hengki juga menjelaskan bahwa pihaknya dan para imam FPI berjuang bersama memisahkan massa rusuh yang berasal dari luar ini agar tak terus terjadi bentrokan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved