Pilpres 2019

Pengakuan Istri Disertir TNI AD yang Disiapkan Jadi Eksekutor Aksi 22 Mei, Tak Tahu Kerjaan Suami

Eksekutor aksi 22 Mei, Irfansyah merupakan disertir TNI AD. Ditangkap atas dugaan kepemilikan senjata api ilegal yang akan digunakan menembak tokoh

Pengakuan Istri Disertir TNI AD yang Disiapkan Jadi Eksekutor Aksi 22 Mei, Tak Tahu Kerjaan Suami
(KOMPAS.com/Devina Halim)
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M Iqbal saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Irfansyah atau IR merupakan desertir TNI AD.

Irfansyah merupakan satu dari enam tersangka dalam kasus kepemilikan senjatan api ilegal yang akan digunakan pada aksi 22 Mei, di depan Gedung Bawaslu RI.

Irfansyah diamankan polisi pada Selasa (21/5/2019) di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, sesaat sebelum kerusuhan menjalar ke berbagai titik di Jakarta.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal menjelaskan dalam konferensi pers di Kementerian Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Senin (27/5/2019) , IR satu dari enam tersangka, yakni HK, AZ, TJ, AD dan AV.

Di bawah komando HK sebagai leader, IR, AZ dan TJ masuk dalam daftar Eksekutor yang dibekali senjata api oleh HK untuk membuat rusuh pada aksi 22 Mei.

Sementara AD dan AV alias VV, adalah pemasok dan penjual senjata api yang dibeli oleh HK lalu dibagikan ke eksekutor lainnya, termasuk Irfansyah.

Tapi pada Selasa (21/5/2019), pergerakan Irfansyah lebih dulu dimatikan oleh anggota Mabes Polri yang menangkapnya di lapangan.

Tak jauh dari rumah kontrakannya di Jalan Sukabumi, Jakarta Barat.

"Dia ditangkap di lapangan dekat Peruri," ungkap istri Irfansyah, Angela, kepada TribunJakarta.com di rumahnya, Senin (27/5/2019) malam.

Sebelum ditangkap, sang suami memang mengatakan akan mengikuti aksi unjuk rasa yang digelar di Bawaslu pada 21 Mei 2019.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved