Minggu, 12 April 2026

Rizal Sebut Ada Gangguan di Segmen 5 Tol Balikpapan-Samarinda,

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, sangat menanti kehadiran jalan bebas hambatan pertama di Kalimantan Timur tersebut.

Tribunkaltim.co / Fachmi Rahman
TAHURA BUKIT SOEHARTO - Jalan Tol Balikpapan Samarinda membelah Tahura Bukit Soeharto di titik KM 35 Jalan Tol Balikpapan Samarinda, Selasa (7/5). Sisi Timur (kiri) dan Sisi Barat (kanan) Jalan Tol Balikpapan Samarinda merupakan lokasi yang ditawarkan Pemprov Kaltim untuk menjadi lokasi Ibukota Negara yang baru (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN) 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Pemerintah pusat menargetkan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda bisa digunakan masyarakat akhir tahun 2019.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, sangat menanti kehadiran jalan bebas hambatan pertama di Kalimantan Timur tersebut.

Menurutnya,  kehadiran infranstruktur baru tersebut dipercaya mendongkrak perekonomian Balikpapan khususnya, Kaltim pada umumnya.

Karena arus penumpang dan barang tambah lancar, dan volume barang bisa bertambah, hal itu sejalan dengan peningkatan perputaran uang di atas jalan.

"Arus barang akan lancar, apalagi rencananya konsep di Batakan nanti lewat jalan layang ke bandara. Saya percaya manfaat ekonomi sangat besar baik untuk Balikpapan atau daerah lainnya," ungkapnya, Selasa (28/5/2019).

Selain itu, akses jalan penumpang ke bandara Balikpapan semakin mudah. Jalan tol itu diprediksi menyerap warga Kukar yang hendak menggunakan transportasi udara ke Balikpapan.

"Sejumlah penumpang dari Kukar bakal lebih cenderung ke Balikpapan. Penumpang yang turun di Balikpapan mau ke Samarinda terobati dengan jalan tol," ungkapnya.

Namun melihat realisasi saat ini, Rizal masih melihat adanya gangguan di beberapa titik lokasi jalan tol. Mulai dari kontur tanah yang kurang mendukung di beberapa segmen jalan, hingga beberapa persoalan pembebasan lahan yang masih tersisa.

"Kalau dilihat targetnya, kan, tahun ini. Memang kalau yang saya lihat ada gangguan di segmen 5, kilometer 13 dengan Batakan. Ternyata kondisi lahan kurang bagus, sehingga butuh bangun jembatan. Beberapa titik sekarang dibangun jembatan," ungkapnya.

Untuk diketahui, pada Tahap I (2011-2013) pembangunan jalan tol Balikpapan - Samarinda didanai oleh APBD Provinsi Kalimantan Timur secara Tahun Jamak (Multy Years Contract) terbagi dalam 5 Paket, yaitu :

- Paket 01 Balikpapan - Samboja : STA 0+070 - 25+140 dengan Kontraktor PT Wika-Yasin-Bakti, KSO, Konsultan Pengawas Delta Tamawaja-Nasumaputra-Jasa Teknik-Citrakota, KSO

- Paket 02 Samboja - Palaran I : STA 25+140 - 48+400 dengan Kontraktor PT Waskita Karya-Rimba Ayu Kencana-Marinda Utama, KSO, Konsultan Pengawas PT. Arteri Cipta Rencana-De Rio-Profesitama Perkasa, KSO

- Paket 03 Samboja - Palaran II :STA 48+400 - 70+300 dengan Kontraktor PT. Bangun Cipta-Mahir Jaya, KSO, Konsultan Pengawas PT. Yodya Karya (Persero)

- Paket 04 Palaran - Jembatan Mahkota II : STA 0+000 - 17+950 (Akses Kota Samarinda) dengan Kontraktor PT. Hutama-Surya, KSO, Konsultan Pengawas PT. Purnajasa Bimapratama-Winsolusi-Agro Teknik Konsultama, KSO

- Paket 05 KM13 - Sepinggan Balikpapan : STA 0+400 - 11+500 (Akses Kota Balikpapan) dengan Kontraktor PT Adhi-Bahagia-Perdana, KSO, Konsultan Pengawas PT. Diantama Rekanusa-Hanata-Dwikarsa, KSO

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved