Kamis, 23 April 2026

Pilpres 2019

Dahnil Anzar Bandingkan Jokowi dan SBY Saat Tangani Dugaan Makar, Ruhut Sitompul: Beda Peristiwa

Bahas soal makar, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar ulas apa yang dialami Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Bahas soal makar, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar ulas apa yang dialami Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat sebagai presiden.

Awalnya Dahnial Anzar bicara soal sejumlah pendukung Prabowo Subianto yang terjerat kasus dugaan makar.

Ada pun tokoh pendukung Prabowo Subianto yang terjerat kasus dugaan makar di antaranya Eggi Sudjana, Kivlan Zen, dan Lies Sungkharisma

Dahnil Anzar sendiri mendapat panggilan dari Polda Sumut terkait kasus dugaan makar.

Melihat hal itu, Dahnil Anzar menyayangkan dengan atmosfer politik yang menurutnya penuh permusuhan.

"Tidak lagi diisi dengan kompetisi," kata Dahnil Anzar dalam program iNews sore, Rabu (29/5/2019) kemarin.

Menurut Dahnil Anzar, tidak ada satu pun dari tokoh-tokoh tersebut yang berniat melakukan makar.

"Kalau mereka melakukan protes hal yang wajar," katanya.

"Setahu saya tak ada satu pun yang mau menggulingkan pemerintahan yang sah. Kalau ada yang mau menggulingkan dan itu terbukti ya tak masalah dengan tindakan hukum," sambungnya.

"Tapi kalalu hanya dalam bentuk kertakutan karena sikap kritis sikap mengawasi pemerontah, ini yang mengkhawatirkan, ini ancaman serius dalam demokrasi," tuturnya.

Dahnil Anzar lantas menyinggung cara SBY menghadapi kritik kala menjabat sebagai presiden.

"Kurang apa misalnya pemerintahan Pak SBY dikritik. Bahkan sampai mahasiswa berulangkali berdemonstrasi misal mendesak agar Pak SBY waktu itu diturunkan," jelasnya.

Dahnil Anzar mengatakan bahwa saat itu tidak ada satu pun yang dituduh makar.

Ruhut Sitompul dan Dahnil Anzar.
Ruhut Sitompul dan Dahnil Anzar. (YouTube iNews TV)

"Kurang apa didemo kemudian bahkan digambarkan menggunakan kerbau dan sebagainya, tapi tak ada satu pun mereka dipenjarakan karena tindakan itu," terangnya.

Menurutnya, saat ini sifat kritis justru dimaknai sebagai permusuhan.

"Ini berbahaya, ini akan memunculkan dendam dalam jangka panjang," terangnya.

Pernyataan Dahnil Anzar itu pun lantas mendapat tanggapan dari Ruhut Sitompul.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved