Jumat, 17 April 2026

Hari Lahir Pancasila

1 Juni Hari Lahir Pancasila, Kontemplasi Soekarno dari Timur Indonesia dan Dua Pemuka Agama

Jauh daripada itu, ide tentang Pancasila muncul saat benak seorang Soekarno berkecamuk di pengasingan.

Penulis: Cornel Dimas Satrio | Editor: Syaiful Syafar
Dok Kompas
Hari Lahir Pancasila - Kontemplasi Soekarno dari Timur Indonesia dan Dua Pemuka Agama. 

Hasil diskusi bersama dua tokoh agama itu terus teringiang di kepala dan benak Soekarno.

Hingga terus dibawanya dalam renungan mendalam di bawah pohon sukun berbatang lima, jaraknya 700 meter dari rumah pengasingannya.

Patung Soekarno dan Pohon Sukun di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur
Patung Soekarno dan Pohon Sukun di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (KOMPAS.COM)

Setiap malam Jumat, di tempat itu, Soekarno duduk merenung menghadap laut Flores.

Soekarno merenungkan nilai-nilai yang tersemat dalam pendiskusian dengan dua pemuka agama tersebut.

Pusaran Kosmologi kian menguatkan keteguhan Soekarno dalam perenungannya.

“Suatu kekuatan gaib menyeretku ke tempat itu hari demi hari… Di sana, dengan pemandangan laut lepas tiada yang menghalangi, dengan langit biru yang tak ada batasnya dan mega putih yang menggelembung.., di sanalah aku duduk termenung berjam-jam," kata Soekarno dalam bukunya.

"Aku memandangi samudera bergolak dengan hempasan gelombangnya yang besar memukuli pantai dengan pukulan berirama. Dan kupikir-pikir bagaimana laut bisa bergerak tak henti-hentinya. Pasang surut, namun ia tetap menggelora secara abadi.

Keadaan ini sama dengan revolusi kami, kupikir. Revolusi kami tidak mempunyai titik batasnya. Revolusi kami, seperti juga samudra luas, adalah hasil ciptaan Tuhan, satu-satunya Maha Penyebab dan Maha Pencipta.

Dan aku tahu di waktu itu bahwa semua ciptaan dari Yang Maha Esa, termasuk diriku sendiri dan tanah airku, berada di bawah aturan hukum dari Yang Maha Ada,” ungkap Soekarno dalam bukunya.

Benih-benih nilai tentang pandangan hidup bangsa ini mulai muncul setelahnya.

Sebelas tahun setelah kontemplasi itu, barulah rumusan Pancasila diserukan Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 1 Juni 1945 di Jakarta.

Presiden RI Pertama, Soekarno
Presiden RI Pertama, Soekarno (Dok Kompas)

Di depan banyak orang, Sang Proklamator menyerukan itu tanpa secarik kertaspun dibacanya.

Dari sinilah dasar Presiden Jokowi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai peringatan besar Hari Lahir Pancasila.

Sejak 2016 Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Hari Lahir Pancasila 1 Juni sebagai hari libur nasional.

Meski Pohon sukun itu telah mati puluhan tahun lalu, buah pemikiran Soekarno masih kokoh di samubari bangsa hingga saat ini. .

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved