Mudik Lebaran 2019
Antisipasi Calo Tiket, Aparat Keamanan Mulai Perketat Antrean di Loket Tiket
Aparat keamanan dari kepolisian dan TNI juga ikut serta dalam menjaga dan mengawasi sistem pembelian tiket kapal feri jurusan Balikpapan-Mamuju
Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Aparat keamanan dari kepolisian dan TNI juga ikut serta dalam menjaga dan mengawasi sistem pembelian tiket kapal feri jurusan Balikpapan-Mamuju di Pelabuhan Kariangau, Kota Balikpapan.
Dikonfirmasi, Padal Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan, Iptu M. Nasution mengatakan, meski hingga saat ini belum ditemukan, namun sebelumnya memang ada mendapatkan informasi adanya indikasi oknum yang menjadi joki pembelian tiket.
"Jadi joki itu menawarkan tiket ke penumpang dan mengambil KTP penumpang, kemudian ikut antre. Biar penumpang mudah dapat tiket," ujarnya. Minggu (2/6/2019).
Lanjut dia, dari jasa yang ditawarkan joki tersebut, joki itu menaikkan harga yang normalnya Rp 155 ribu bisa mencapai Rp 300 ribu per orang.
Namun, saat ini pihaknya telah memperketat keamanan di loket tiket guna mengantisipasi adanya joki yang ikut mengatre di loket pembelian tiket.
"Sekarang kita sudah jaga dan perketat loket setelah kita dapat informasi adanya indikasi calo atau joki tiket itu," tegasnya.
Dirinya juga menghimbau penumpang agar membeli tiket di loket resmi dengan harga yang resmi juga.
Jangan pernah menerima tawaran dari oknum yang mengaku petugas atau pihak kapal yang ingin membantu membelikan tiket dengan harga tinggi.
"Intinya beli tiket di loket resmi saja. Jangan beli lewat joki atau calo," pungkasnya. (*)
Penumpang bisa Wakili Penumpang Lain Beli Tiket
Petugas loket kapal feri jurusan Mamuju di Pelabuhan Kariangau Balikpapan telah ditutup.
Banyak warga yang tidak mendapatkan tiket karena pembatasan jumlah kuota tiket yakni sekitar 500 tiket yang harus dijual.
Sejak, Minggu pagi (2/6/2019) tadi, banyak warga yang mengeluh belum mendapatkan tiket karena sudah kehabisan tiket pada, Sabtu malam (1/6/2019).
Salah seorang penumpang, Sahril Samsul mengatakan, dirinya pagi tadi mendatangi loket kapal feri jurusan Mamuju di Pelabuhan Kariangau, namun loket sudah tutup dan tiket telah habis terjual.
"Saya kita pagi masih buka seperti biasa, tapi tadi sudah tutup. Kata petugasnya tiketnya sudah habis dan loket ternyata dibuka sejak semalam. Makanya kita nggak dapat tiket," keluhnya.
Sementara itu, Korsatpel Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, Hotmarulitua Manalu menjelaskan, sistem pembelian tiket dilakukan dengan cara komputerisasi serta penumpang membeli tiket melalui nomor antrean, dan satu antrean tersebut dapat mewakili lima penumpang.
"Jadi cukup satu orang saja yang membeli untuk mewakili lima orang," ujarnya.
Saat ditanyakan adanya potensi calo yang dapat memanfaatkan sistem nomor antrean tersebut, dirinya menegaskan hingga saat ini belum ada aduan atau tangkapan adanya calo atau joki yang ikut menggunakan nomor antrean tersebut.
Tapi diakuinya, dirinya cukup kesulitan dalam membedakan mana calo dan mana yang benar-benar penumpang.
Namun, dirinya meyakini bahwa tiket yang dijual telah sesuai dengan daftar identitas penumpang yang membeli, karena dengan sistem komputerisasi tersebut, data penumpang harus terinput.
"Beli tiketnya kan sistem input, jadi tiket yang diberikan sesuai dengan data yang diberikan penumpang. Kalau membedakan mana calo atau penumpang biasa itu sulit," terangnya.
Dirinya sempat mendapatkan informasi adanya oknum yang mencoba menawarkan jasa tiket kepada penumpang dengan harga yang dua kali lipat dari harga resmi yakni Rp 155 ribu per orang.
Namun ia telah antisipasi dengan menempatkan petugas dari kepolisian dan TNI di loket pembelian tiket guna mengantisipasi calo bertebaran.
"Ada sih kita dengar oknum yang menawarkan jasa kepada penumpang agar mendapatkan tiket dengan mudah, tapi harganya dinaikkan sampai dua kali lipat.
Untungnya belum ada kami dapati kasus tersebut dan kita juga minta aparat untuk bantu mengawasi jalannya penjualan tiket ke penumpang," jelasnya.
Ia juga menegaskan, penumpang harus membeli tiket di loket resmi yang telah disediakan, jangan melalui oknum luar yang bukan petugas loket.
"Kalau adanya calo itu karena pengguna jasanya mau. Kalau pengguna jasanya nggak mau, nggak ada itu yang namanya calo," ujarnya. (*)
Besok Satu Tambahan Kapal dari Surabaya
KMP. Laskar Pelangi akhirnya berangkat dari Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan menuju Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dengan mengangkut sekitar 500 penumpang. Kapal tersebut berangkat sekira pukul 17.00 Wita. Minggu (2/6/2019).
Diketahui, jumlah tiket kapal feri Mamuju yang di jual di loket tersebut dibatasi sebanyak 500 tiket sekali keberangkatan.

Dampak pembatasan tersebut, mengakibatkan membludaknya warga yang ingin mengantre membeli tiket.
Saat di konfirmasi, Korsatpel Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, Hotmarulitua Manalu menjelaskan, pembatasan kuota 500 tiket tersebut diberlakukan karena adanya surat edaran dari KSOP Mamuju,
yang meminta kapal untuk memuat penumpang dari Balikpapan ke Mamuju sebanyak 500 tiket untuk mengatasi over kapasitas.
"Sebenarnya kalau normalnya kapasitas penumpang bisa mencapai 800 penumpang," ujarnya.

Ia menerangkan, untuk saat ini saja, dalam rangka mengangkut penumpang yang ingin mudik, pihaknya sedikit mengurangi muat kendaraan, sehingga dapat lebih banyak menampung penumpang orang.
"Kalau sekarang kita kurangi muat mobil, saat ini paling yang kita muat nggak sampai 20 mobil. Biar lebih luas muat penumpangnya," ungkapnya.
Ia mengatakan, saat ini kapal yang beroperasi melayani penumpang ke Mamuju hanya tersedia satu kapal. Namun dibeberkannya, pada Senin (3/6/2019) besok, '
akan tiba satu kapal lagi dari Surabaya yang akan membantu muatan penumpang menuju Mamuju dari Kota Balikpapan.
"Besok kita diperbantukan satu kapal lagi dari Surabaya. Besok rencananya sudah sandar di Pelabuhan Semayang," tuturnya.
Ia menambahkan, dengan adanya kapal bantuan dari Surabaya tersebut, mulai besok telah tersedia dua kapal feri yang melayani penumpang jurusan Balikpapan menuju Mamuju.
"Biasanya kita satu kapal saja, itu pun jadwalnya dua hari sekali berangkat. Nah, dengan adanya kapal bantuan satu lagi, jadwal keberangkatan bisa tiap hari," pungkasnya. (*)
Harga Tiket Balikpapan-Mamuju Capai Rp 700 Ribu
Harga tiket kapal laut jurusan Balikpapan-Mamuju melalui Pelabuhan Kariangau Balikpapan diduga diborong para calo.

Bahkan harga tiket normal biasanya dijual hanya Rp 110 ribu untuk anak-anak dan Rp 155 ribu untuk penumpang dewasa melambung tinggi.
Untuk harga tiket untuk penumpang mulai anak-anak sampai dewasa sudah mencapai Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu.
Seorang calon penumpang, Isak mengaku sudah berusaha mencari tiket melalui loket resmi, namun ternyata sudah tutup dengan alasan kuota penumpang sudah mencukupi untuk keberangkatan hari ini.
Ribuan Penumpang Tujuan Mamuju Padati Pelabuhan Kariangau, Besok ASDP Tambah Satu Kapal Ferry
Cek Pelabuhan Fery Kariangau Balikpapan, Kapolda Kaltim Ingatkan Penumpang Letak Life Jacket
Ia mengaku berencana pulang bersama keluarganya. "Tadi ada yang tawarin tiket tapi harganya capai Rp 700 ribu/orang itu untuk anak-anak dan dewasa.
Tadi ada juga teman sudah beli harganya Rp 500 ribu padahal kan normalnya ngga segitu. Kalau normal kan hanya Rp 110 ribu untuk anak-anak dan dewasa Rp 155 ribu," katanya.
Ia mengatakan, mendapat tawaran tiket bukan dari petugas di pelabuhan namun calo yang telah memborong tiket di hari sebelumnya.
"Tadi saya bilang sama istri tunggu dulu karena mungkin nanti ada lagi tiket dijual murah, " katanya.
Ia mengatakan sudah mendatangi loket dan bertanya kepada petugas Kementerian Perhubungan, namun jawaban mereka bahwa tiket sudah habis karena muatan hanya 500 penumpang.
Mengenai tiket yang dijual calo, ia mengatakan juga sempat dipertanyakan namun jawaban mereka bahwa kemungkinan tiket sudah diborong para calo.
Untuk keberangkatan hari ini, Isak mengatakan kapal sudah penuh penumpang dan akan diberangkatkan hari ini.
Mudik Lebaran 2019 Kapal Perang TNI AL KRI Makassar, Gratis, Telah Berangkat Bawa 980 Lebih Orang
Berburu Tiket Mudik Gratis Kapal Perang KRI, Warga Samarinda Ini Rela Tidur di Pelabuhan
"Tadi juga saya tanyakan soal tambahan kapal, kata staf Kementerian Perhubungan seharusnya sudah datang tadi malam kapal tambahan.
Alasannya, masih menunggu keputusan walikota terkait tambahan kapal itu. Kami mohon lah agar harga tiket normal dan jangan calo. Kalau begini bisa batal pulang kampung, " katanya.
Sampai sekarang lanjutnya, masih ada sekitar 3 ribuan penumpang yang kemungkinan tak berangkat hari ini. Selain itu, loket penjuala tiket juga belum jelas kapan akan buka.
"Kami harap Pak Walikota Balikpapan menerbitkan izin untuk tambahan kapal. Karena itu alasan mereka kenapa belum ada tambahan kapal, padahal janjinya mereka kan ada tambahan kapal untuk Balikpapan-Mamuju," ucapnya. (*)
Subscribe official YouTube Channel
BACA JUGA:
Ramalan Zodiak Hari Ini Minggu 2 Juni 2019, Aquarius Sensitif, Sagitarius Paceklik Hubungan Asmara
Persaingan SBMPTN 2019 di 3 PTN dan 7 Prodi Ini Diprediksi Sangat Ketat, Prediksi UTBK Minimal 700
TERPOPULER - Andai Jokowi-Maruf Dilantik jadi Presiden RI? Dijawab Rocky Gerung Pakai 3 Kata Ini
Air Mata Jatuh di Kening Ani Yudhoyono Lalu SBY Bisikkan Ini, 'Memo, Kami Semua Ada di Sini'
Kenali Kanker Darah, Penyebab, Gejala, hingga Pencegahan, Penyakit yang Renggut Nyawa Ani Yudhoyono