Kamis, 30 April 2026

Lebaran 2019

VIDEO - Warga Tabang Terhalang Banjir Pergi Sholat Ied, Ditolong Perahu Warga Non Muslim, Gratis!

Gara-gara ada genangan banjir, Warga Muara Ritan Tabang Naik perahu ke Masjid. Inilah kisah warga desa di Kecamatan Tabang, Kab Kutai Kartanegara.

Tayang:
Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.Co/HO Muara Ritan
Warga Desa Muara Ritan, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, menggunakan perahu untuk melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Baiturrahmah karena banjir, Rabu (5/6/2019). 

"Kami khawatir kegiatan MTQ dengan kondisi banjir ini, apalagi persiapan pembangunan infrastruktur pasti terganggu, lapangan utama dengan kondisi banjir seperti sekarang otomatis stop total, takutnya ini berlarut-larut (banjir) sedangkan waktu terbatas, pelaksanaan MTQ pada awal Agustus depan, jadi efektifnya tinggal sebulan, sedangkan pekerjaan lapangan hampir 50 persen," ujar Daleq.

Pelaksaan perayaan shalat Ied di Lapangan Merdeka Balikpapan, Kalimantan Timur.
Pelaksaan perayaan shalat Ied di Lapangan Merdeka Balikpapan, Kalimantan Timur. (Tribunkaltim.co, Zainul)

Dalam beberapa bulan ini, warga secara swadaya bergotong-royong melakukan pengurukan lapangan dan membersihkan jalan.

Warga gotong-royong tiap minggu dalam beberapa bulan ini.

Kemarin, Selasa (4/6/2019), ketinggian air di Desa Sidomulyo mencapai paha orang dewasa. Bahkan halaman Kantor Polsek Tabang di Desa Sidomulyo ikut terendam banjir.

Paling parah, banjir terjadi di Desa Sidomulyo dan Kampung Baru.

Beberapa rumah warga terendam banjir, namun warga masih bertahan di rumah mereka.

Selain hujan deras yang terjadi di daerah hulu, banjir ini diakibatkan air Sungai Belayan meluap.

"Tapi hari ini banjir sudah mulai turun," ucapnya.

Banjir di Kelurahan Nenang PPU
Banjir di Kelurahan Nenang PPU (HO-Pusdalops BPBD PPU)

Di tempat terpisah, hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Balikpapan membuat sejumlah rumah warga dan beberapa ruas jalan raya di wilayah Kota Balikpapan sempat terendam banjir bahkan di beberapa kelurahan terjadi tanah longsor.

Tak hanya mengakibatkan kerugian material, banjir tersebut juga menggangu aktivitas masyarajat.

Walikota Balikpapan melalui sambutnya di hadapan ribuan masyarakat Kota Balikpapan yang melaksanakan ibadah shalat Ied di lapangan merdeka, Jalan jenderal Sudirman, Balikpapan Kota, Kalimatan Timur menyampaikan permohonan maaf terkait peristiwa banjir yang kerap menghantui warga kota Balikpapan.

"Saya pribadi dan atas nama pemerintah kota Balikpapan menyampaikan permohonan maaf karena beberapa hari belakangan ini kota kita kota Balikpapan dilanda banjir dan tanah longsor," katanya

Dikethahi sebelumya kota Balikpapan diguyur hujan selama dua hari berturut-turut dengan intensitas curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan banjir mulai dari beberapa ruas jalan di kawasan jalan Beler, Balikpapan Tengah, dan kawasan Kariangau Balikpapan Utara digenangi banjir dengan ketinggian di atas lutut orang dewasa.

Tak hanya itu beberapa titik juga terjadi tanah longsor seperti di RT 19, Kelurahan Gunung Sari Ulu kecamatan Balikpapan Kota.

Selain menyampaikan permohonan maaf, Walikota Rizal Effendi juga berjanji dalam waktu dekat akan segera melakukan evakuasi penanganan kasus banjir di kota Balikpapan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved