Awalnya PLTU Mangkrak, PLTMG 2x7,5 MW Ini Rencana Juli Ini Mulai Operasi
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 2x7,5 Mega Watt (MW) memasuki tahap-tahap akhir.
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG SELOR - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 2x7,5 Mega Watt (MW) memasuki tahap-tahap akhir.
Rencananya pembangkit tersebut akan mulai beroperasi bulan Juli 2019.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara Ferdy Manurun Tanduklangi menjelaskan, kapasitas daya yang dihasilkan PLTNG tersebut akan membuat pasokan listrik di Kalimantan Utara menjadi surplus.
Sebab sejauh ini, kebutuhan dan suplai masih seimbang, dengan rasio elektrifikasi mencapai 86,83 persen.
"Jadi akan berfungsi sebagai cadangan. Karena kita tahu pembangunan terus berkenbang, khususnya di Bulungan. Tentu pembangunan butuh listrik," ujar Ferdy kepada Tribunkaltim.co di Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Senin (10/6/2019).
Selain itu, pembangunan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV dari Kalimantan Timur ke Kalimantan Utara sudah hampir rampung.
Surplus listrik di Kalimantan Timur sebesar 200 Mega Watt juga dapat disuplai ke Kalimantan Utara jika ada kekurangan nantinya.
Selain itu, jaringan SUTT akan mengkoneksikan beberapa pembangkit dan rencana pembangunan pembangkit seperti PLTU Malinau 2 x 3 MW, PLTMG Nunukan II 10 MW, PLTMG Sei Menggaris 2 x 20 MW, PLTMG Gunung Belah 2 x 18 M, PLTMG Tarakan 40 MW, PLTU Tanjung Selor 2 x 7 MW, dan PLTMG Tanjung Selor 15 MW.
"Itu kita tinggal konekkan saja. Kecuali beberapa titik seperti Bunyu, memang harus ada perlakuan khusus," ujarnya.
Rencananya PT PLN Persero kata Ferdy, akan mengoperasikan PLTMG tersebut bulan Juni ini. Namun masih ada beberapa rangkaian tes yang mesti dilakukam sehingga kemungkinan diundur ke bulan Juli.
"Mungkin mesinnya perlu dipanaskan atau semacamnya. Mudah-mudahan cepat dioperasikan, dan kita akan ada cadangan listrik 15 MW," ujarnya.
Untuk diketahui, PLTMG 2x7,5 MW di Gunung Seriang masuk dalam proyek kelistrikan nasional 35 ribu MW bersama proyek lainnya di Kalimantan Utara seperti PLTMG 10 MW di Nunukan dan PLTMG 6 MW di Malinau.
Pembangunan PLTMG tersebut bermula saat Menteri BUMN Rino Soermarno mengunjungi lokasi PLTMG yang dulunya adalah bangunan mangkrak pembangunan PLTU, tanggal 10 Oktober 2016.
Melihat pembangunan PLTU mangkrak, Menteri Rini kemudian memerintahkan Dirut PT PLN Persero saat itu untuk melanjutkan proyek dengan membangun PLTMG.
Tribunkaltim.co mencatat, Pemprov Kalimantan Utara kemudian memfasilitasi pengadaan lahan pembangunan PLTMG tersebut hingga pembangunan PLTMG hampir terealisasikan 100 persen hingga Juni 2019 ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gubernur-kalimantan-utara-irianto-lambrie-memberi-pemaparan-kepada-menteri-bumn-rini-soemarno.jpg)