Kodam VI Mulawarman

Berkat Komunikasi Persuasif TNI, Warga Kaltara Sukarela Serahkan 160 Senpi Rakitan

160 pucuk senjata rakitan yang terdiri dari 159 pucuk senapan panjang rakitan dan 1 pucuk pistol rakitan.

Berkat Komunikasi Persuasif TNI, Warga Kaltara Sukarela Serahkan 160 Senpi Rakitan
HO - Pendam VI/Mlw.
Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg serta aparat kewilayahan telah berhasil mengumpulkan 160 pucuk senjata rakitan yang terdiri dari 159 pucuk senapan panjang rakitan dan 1 pucuk pistol rakitan. 

 TRIBUNKALTIM.CO - Pelaksanaan tugas Kodim dan Satgas Pam Perbatasan di wilayah Kalimantan Utara berhasil merebut hati rakyat, sehingga masyarakat wilayah perbatasan memiliki kesadaran untuk menyerahkan berbagai senjata rakitan yang mereka simpan dengan tujuan tertentu.

Hal tersebut ditunjukkan berkat komunikasi sosial dialogis yang berjalan intens.

Selama ini komunikasi tersebut berhasil memberikan kesadaran masyarakat Nunukan bahwa kepemilikan senjata api rakitan secara pribadi merupakan tindakan yang menyalahi aturan dan Undang-Undang sehingga mereka secara sadar dan sukarela menyerahkan berbagai jenis senjata api rakitan kepada personel Babinsa.

Semua jenis senjata rakitan tersebut telah diserahkan dari Kodim 0911/Nunukan kepada Kepala Tim Pal Aju Tarakan yang akan melaksanakan pemusnahan.
Semua jenis senjata rakitan tersebut telah diserahkan dari Kodim 0911/Nunukan kepada Kepala Tim Pal Aju Tarakan yang akan melaksanakan pemusnahan. (HO - Pendam VI/Mlw.)

Dengan komunikasi serta pendekatan secara persuasif, Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg serta aparat kewilayahan telah berhasil mengumpulkan 160 pucuk senjata rakitan yang terdiri dari 159 pucuk senapan panjang rakitan dan 1 pucuk pistol rakitan.

Semua jenis senjata rakitan tersebut telah diserahkan dari Kodim 0911/Nunukan kepada Kepala Tim Pal Aju Tarakan yang akan melaksanakan pemusnahan.

Hasil komunikasi sosial secara dialogis dan persuasif memberikan pemahaman kepada masyarakat berkaitan dengan Undang-Undang Darurat RI No 12 Tahun 1951 tentang larangan memiliki senjata api ilegal oleh masyarakat yang sebagian besar memiliki senjata penabur yang biasanya digunakan untuk berburu.

Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Capai 4 M di Beberapa Wilayah, Berlaku 15-18 Juni 2019

Cuaca Buruk, Aktivitas Penerbangan Pesawat di Bandara SAMS Sepinggan Banyak Delay dan Return to Base

Copa America 2019 - Mengenal Zizito, Sang Maskot Hewan Pengerat yang Ramah dan Penyerang Haus Gol

Hampir sebagian besar masyarakat Nunukan, dengan kesadaran sendiri mengantar dan menyerahkan senjata api rakitan milik mereka kepada para personel di pos Satgas Pengamanan Perbatasan dan Babinsa di desanya masing-masing yang berada di dekat permukiman mereka.

Sejumlah 160 senjata api rakitan tesebut, sesuai keterangan Dandim 0907 Letkol Inf Eko Antoni Chandra, senjata-senjata tersebut akan dimusnahkan sesuai prosedur oleh Paldam VI/Mulawarman yang secara teknis telah diserahterimakan melalui berita acara penyerahan material kepada Tim Pal Aju Paldam VI/Mlw.

Sementara itu Kapendam VI/Mlw Kolonel Kav Dino Martino, menyampaikan apresasi positif dari Pangdam VI/Mulawarman Mayor Jenderal Subiyanto terhadap hasil kerja nyata oleh satuan kewilayahan dan satuan tempur yang tergabung dalam Satgas Pamtas oleh Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg serta Kodim 0911/Nunukan.

Sejumlah 160 senjata api rakitan tesebut, sesuai keterangan Dandim 0907 Letkol Inf Eko Antoni Chandra, senjata-senjata tersebut akan dimusnahkan sesuai prosedur oleh Paldam VI/Mulawarman yang secara teknis telah diserahterimakan melalui berita acara penyerahan material kepada Tim Pal Aju Paldam VI/Mlw.
Sejumlah 160 senjata api rakitan tesebut, sesuai keterangan Dandim 0907 Letkol Inf Eko Antoni Chandra, senjata-senjata tersebut akan dimusnahkan sesuai prosedur oleh Paldam VI/Mulawarman yang secara teknis telah diserahterimakan melalui berita acara penyerahan material kepada Tim Pal Aju Paldam VI/Mlw. (HO - Pendam VI/Mlw.)

Tugas tersebut dianggap terlaksana dengan baik sesuai tujuan yang diharapkan.

Karena itu, keberhasilan komunikasi sosial secara dialogis harus terus dilaksanakan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan senjata api ilegal.

Bukan mustahil nanti masyarakat juga akan memberikan kontribusi positif laporan apabila ada barang-barang ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa izin.

"Upaya tersebut akan terus dilaksanakan oleh satuan jajaran Kodam VI/Mulawarman di wilayah Kalimantan Utara baik oleh Satgas Pamtas maupun Kodim wilayah perbatasan untuk bisa mengajak masyarakat secara sadar menjaga kedaulatan negara republik indonesia di wilayah perbatasan," ucap Pendam VI/Mulawarman, Kolonel Dino Martino. (*)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved