Longsor di KM 13 Kariangau Nyaris Tutup Jalan, Kendaraan Banyak Tersangkut Longsoran
Longsor yang terjadi di Kilometer 13, peti kemas Kariangau, Balikpapan nyaris menutup satu jalan.
Penulis: Aris Joni | Editor: Rita Noor Shobah
Longsoran di Muara Rapak
Selain banjir akibat guyuran gujan sejak Senin (17/6/2019) dini hari, longsor juga terjadi di beberapa kawasan. Seperti di RT 50 Muara Rapak Balikpapan Utara. Longsor menutup akses jalan warga di Gang Kehutanan.
"Itu kendaraan warga tak bisa lewat ke luar. Gimana ini, lihat saja nutup jalan. Warga terpaksa jalan kaki keluar lewat jalan tikus," kata Ketua FKPM Muara Rapak Balikpapan Utara, Abidin di lokasi kejadian.
Ada sekitar 50 kepala keluara (KK) yang terjebak tak bisa keluar di kawasan RT 50, Muara Rapak Balikpapan Utara.
Panjang longsoran sekitar 15 meter. Turap bekas lahan salah satu dealer kendaraan bermotor setinggi 4 meter ambrol ke bawah.
"Material longsor ini tertahan rumah warga yang saat ini tak di tempat. Informasinya ke luar kota," tuturnya.
Dari pantauan TribunKaltim.co, material longsor tertahan dinding rumah warga.
Selain memutus akses jalan warga, kabel listrik maupun kabel jaringan internet juga kena terdampak.
Abidin menyebut pihak kelurahan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa telah mengecek lokasi kejadian longsor.
Belakangan diketahui sebelum kejadian, selama 3 tahun terakhir pemilik lahan sudah diberi peringatan oleh warga dan kelurahan.
Lantaran dinding turap yang longsor saat ini sudah menampakkan retak. Namun hingga kejadian tak dilakukan perbaikan turap.
"Tadi pagi sudah dicek. Pihak-pihak terkait termasuk pemilik lahan juga sudah dikoordinasi. Sudah ke rumahnya tapi gak di tempat, kami telpon yang bersangkutan bilang siap untuk membantu bertanggungjawab," kata Bhabinsa Muara Rapak, Serda Windoko.
Tenang! Hujan Hanya Sampai Pagi, BMKG Balikpapan Peringatkan Warga Soal Angin Kencang
Dinas Pekerjaan Umum Tinjau Banjir di Beller, Salah Satu Penyebabnya Air Waduk Wonorejo Lagi Tinggi
Lebib lanjut, Windoko menyebut untuk pembersihan material longsor menunggu alat dari Dinas PU.
"Nggak bisa manual dibersihkan warga, karena tumpukan longsoran banyak. Jadi nunggu alat berat dari Dinas PU," katanya.