Kisah Legenda Juventus dan Prancis, Michel Platini, Sang Raja yang Kini jadi Pesakitan

Gol yang dibuat Michel Platini itu menjadi satu-satunya yang tercipta pad apertandingan itu dan berhasil membuat Juventus

Penulis: Januar Alamijaya |
TWITTER.COM/SPORF
Legenda Juventus dan Prancis, Michel Platini, Sang Raja yang kini jadi Pesakitan 

Dirinya kemudian menjabat sebagai Presiden UEFA hingga 2015.

Namun sebagaimana roda pedati, kehidupan juga terus berputar.

Selasa (18/9/2019) pecinta sepak bola dikejutkan dengan kabar ditangkapnya Michel Platini.

Ia disangkakan terlibat dalam suap penunjukan tuan rumah Piala Dunia 2022 yang dimenangkan oleh Qatar.

Desas-desus keterlibatan Michel Plaini dalam skandal ini sebenarya sudah tercium sejak tahun 2016.

Hal itulah yang membuat ia memilih membatalkan niatnya maju sebagai Presiden FIFA.

Melansir dari Superball.id, pemain yang pernah membawa Juventus meraih Piala Champions ini ditangkap pada Selasa (18/6/2019).

Michel Platini ditangkap karena kasus pemberian tuan rumah Piala Dunia kepada Qatar pada 2022, seperti dilansir BolaSport.com dari media Prancis, Mediapart.

Mantan Presiden UEFA, Michel Platini Ditangkap Terkait Penunjukan Tuan Rumah Piala Dunia

Qatar Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Antar Klub Sebelum Perhelatan Piala Dunia 2022

Laporan dari Mediapart mengklaim jika Michel Platini saat ini telah ditahan dan dibawa ke Kantor Anti-Korupsi dan Pelanggaran Keuangan Prancis (OCOCLCIFF) pada Selasa (18/6/2019) pagi waktu setempat.

Qatar memang telah ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia sejak 2010 oleh FIFA, namun ada banyak kontroversi soal keputusan tersebut.

Beberapa tuduhan korupsi yang dilakukan FIFA muncul, membuat semakin meragukan keabsahan penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Michel Platini menjabat sebagai Presiden UEFA pada 2007 hingga 2015.


Pada 2015, saat ia akan mencalonkan diri sebagai presiden FIFA, Michel Platini malah terbukti bersalah dalam sebuah kasus yang menyeret Sepp Blatter juga kala itu.

Akibatnya, Michel Platini akhirnya diskorsing oleh Komisi Etik FIFA dan dilarang berkecimpung di dunia olahraga hingga 2023.

Melansir dari Kompas.com, sanksi tersebut kemudian dikurangi menjadi empat tahun setelah Platini mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Sanksi untuk Platini diketahui berakhir pada bulan Maret 2019.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved