Jumat, 8 Mei 2026

Oknum TNI Terlibat Galian Tambang Batu Bara Ilegal? Kapolres Samarinda Angkat Bicara Soal Ini

Polresta Samarinda melalui Satreskrim telah mengantongi sejumlah nama yang diduga bertanggung jawab atas aktivitas perusakan lingkungan tersebut.

Tayang:
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.Co/Christoper D
TAMBANG ILEGAL - Lokasi tambang batu bara di Jalan Banggeris, RT 5 dan RT 22, Kelurahan Air Putih dan Kelurahan Teluk Lerong Ulu. Sejumlah pihak telah melakukan pengecekan ke lokasi tambang yang letaknya sangat dekat dengan permukiman, Kamis (20/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kali ini Kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap galian tambang batu bara ilegal dibelakang kantor Bawaslu Kaltim. 

Nah, Polresta Samarinda melalui Satreskrim telah mengantongi sejumlah nama yang diduga bertanggung jawab atas aktivitas perusakan lingkungan tersebut.

Nama pemilik lahan, penanggung jawab proyek, telah dikantongi Kepolisian.

Bahkan, Kamis (20/6) pagi hingga siang hari tadi, Kepolisian telah mendatangi lokasi, dan langsung memasang garis polisi area yang ditambang, termasuk satu unit exavator.

Bahkan, kunci exavator juga telah diamankan oleh Kepolisian, yang disaksikan oleh Kecamatan, Kelurahan, dan instansi terkait.

"Langkah-langkah telah kami lakukan, termasuk mendatangi lokasi dan memasang garis polisi. Sekarang tidak boleh ada lagi aktivitas di sana," ucap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, Kamis (20/6/2019).

Tidak hanya itu saja, bahkan diduga ada oknum TNI yang terlibat dalam aktivitas terlarang tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu pekerja, yang ditemui sejumlah awak med.ia pada Rabu (19/6) kemarin. Pekerja bernisial Wn mengaku yang memiliki proyek pematangan lahan dan galian tambang itu yakni oknum anggota TNI.

Hal itu juga diperkuat dengan kehadiran sejumlah personel TNI, termasuk Denpom VI/1 Samarinda yang juga hadir melakukan pengecekan di lokasi tambang, Kamis (20/6).

Menanggapi hal itu, Kapolresta Samarinda mengaku masih melakukan penyelidikan, bersama dengan Denpom VI/1 Samarinda.

"Saya belum bisa sampaikan kepastiannya, masih kita lidik lebih lanjut bersama POM, apakah ada keterlibatan oknum aparat," terangnya.

Klarifikasi terkait dugaan oknum aparat ini bisa dilihat dalam pernyataan Kodam VI/Mulawarman berikut:

Tambang Ilegal di Belakang Bawaslu Kaltim, Kodam VI/Mlw Tegaskan Tidak Ada Anggota TNI yang Terlibat

Diberitakan sebelumnya, adanya aktivitas ilegal itu terjadi diperbatasan dua RT, dua Kelurahan, yakni RT 5 Kelurahan Air Putih dan RT 22 Kelurahan Teluk Lerong Ulu, masuk ke Jalan Banggeris.

Lokasinya tepat berada di belakang gedung Bawaslu Kaltim, Jalan MT Haryono.

TAMBANG ILEGAL - Kepolisian dari Polresta Samarinda melakukan pengecekan sekaligus memasang garis polisi di exavator dan juga sekitar lokasi tambang, Kamis (20/6/2019).
TAMBANG ILEGAL - Kepolisian dari Polresta Samarinda melakukan pengecekan sekaligus memasang garis polisi di exavator dan juga sekitar lokasi tambang, Kamis (20/6/2019). (TribunKaltim.Co/Christoper D)

Dari informasi yang dihimpun dan pantauan dilokasi galian, terdapat satu alat berat berupa exavator yang terparkir diatas batu bara.

Lahan yang dilakukan penggalian kurang lebih setengah hektare. Disekitar lahan tersebut telah terdapat rumah, dan proses pembangunan ruko.

Wn (35), salah satu pekerja di lahan itu mengaku, aktivitas galian batu bara telah dilakukan kurang lebih sebulan.

Dalam semalam, biasanya dapat membawa batu bara keluar sebanyak 25 truk. Namun demikian, jumlah tersebut tidak menentu, tergantung banyaknya galian yang dilakukan.

"Sistemnya gali tutup, jadi setelah diambil batunya, langsung ditutup. Tadi malam 25 truk keluar bawa batu bara, siang ini istirahat dulu," ucapnya yang juga jadi pengawas pada aktivitas galian itu, Rabu (19/6/2019).

Lanjut dia menjelaskan, awalnya proyek yang dikerjakan olehnya dan rekan-rekannya hanyalah pematangan lahan yang nantinya digunakan untuk tanah kaplingan, serta pembangunan perumahan.

Namun, dalam perjalanannya, malah pihaknya juga melakukan aktivitas galian tambang batu bara.

"Awalnya memang untuk pematangan lahan saja, tapi akhirnya sekaligus gali batu bara, kenapa bisa seperti itu saya tidak tahu," jelasnya.

Namun demikian, aktivitas galian tambang itu juga diketahui oleh yang memiliki proyek pematangan lahan.

"Pak Sl tahu, dia mengetahui kalau ada galian batu bara juga," jelasnya. (*)

Subscribe official Channel YouTube:

BACA JUGA:

KM Bukit Siguntang Nyaris Tabrak Pulau Tukung di Balikpapan, Pelni: Terbawa Arus Angin Kencang

FAKTA Sidang Ketiga Sengketa Pilpres 2019, Pengakuan Saksi Hingga Aksi Hakim Mahkamah Konstitusi

TONTON LIVE Argentina vs Paraguay Copa America 2019 Jam 07.30 WIB, Akses di K-Vision!

4 Rekomendasi Drama Korea yang Bikin Nagih Berdurasi Singkat dengan Cerita yang Romantis dan Seru

Kisah Nur Latifah, Saksi Prabowo-Sandi yang Dicap Sebagai Penjahat Politik di Daerahnya

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved