Kamis, 30 April 2026

Banjir di Samarinda

Tanggap Darurat Banjir Samarinda Diperpanjang 21 Juni, Posko Bengkuring Disiagakan 24 Jam Non Stop

Ada yang kena dampak banjir di Samarinda, ada yang rumahnya terendam banjir sampai ada yang terhalang berpergian karena akses jalan terhalang banjir.

Tayang:
Penulis: Ilo |

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Belum lama ini ibukota Provinsi Kalimantan Timur di Kota Samarinda dilanda banjir, hampir sebagian besar wilayah di Samarinda terkena genangan air banjir. 

Bukan jumlah yang sedikit, mereka yang kena dampak banjir di Samarinda, ada yang rumahnya terendam banjir sampai ada yang terhalang berpergian karena akses jalan terhalang banjir

Bencana banjir merusak beberapa pemukiman warga, termasuk agenda aktivitas masyarakat Samarinda, terhalang dan jadi batal melakukan aktivitas keseharian. Walau kini banjir sudah surut, masih perlu proses pemulihan dan ada upaya memberikan bala bantuan bagi korban banjir

Mengutip kabar sebelumnya dari Tribunkaltim.co, kali ini masih ada beberapa yang peduli ingin bantu meringkankan beban korban banjir di Samarinda.

Seperti halnya sekelompok TNI Polri ikut turun tangan bersihkan lingkungan yang terkena banjir dan komunitas hobi memberi paket bantuan ke korban banjir pada Rabu (19/6/2019). 

Apalagi sampai sejauh ini, masa tanggap darurat banjir masih berlaku. 

Hal ini disampaikan oleh Ali Fitri Noor, Plh Sekretaris Kota Samarinda sebagaimana yang sudah ditayang di Tribunkaltim.co.

Karena itu, saat ini status dari bencana banjir di Samarinda masih dianggap masa tanggap darurat.

Status masa tanggap darurat ini berlaku hingga 21 Juni 2019 nanti. 

Kata dia penentuan status masa tanggap tersebut diputuskan melalui rapat koordinasi dengan pihak terkait, membahas mengenai darurat banjir.

Pelaksanaan rapat koordinasi ini dilakukan di Posko Induk Jalan DI Pandjaitan, Kota Samarinda

"Dari keseluruhan hasil rapat memutuskan bahwa masa tanggap darurat banjir akan tetap dilanjutkan sampai tanggal 21 Juni 2019 seperti penentuan awal tanggap darurat bencana," ungkapnya. 

Melalui status masa tanggap darurat tentu saja bantuan pun masih terus diupayakan, berharap ada dermawan juga yang ingin sukarela sodorkan bantuan kepada korban banjir

Perlu rasanya adanya dapur umum yang bisa dimanfaatkan bagi para korban banjir serta adanya kelancaran distribusi bantuan yang diperuntukan bagi korban banjir.

"Posko Darurat yang akan tetap ada dan di siagakan 24 jam itu adalah posko wilayah Bengkuring," ungkapnya. 

Nah, terkait persoalan sampah dari dampak genangan air banjir, pastinya, pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda akan bertindak, membuat tanggap darurat penanganan sampah

Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, akan menangani dalam pembersihan sampah pasca-banjir. Tindakan ini akan dilakukan hingga 23 Juni nanti.

Sesuai imbauan dari Sekretaris Kota Samarinda, bahwa posko tanggap darurat diputuskan diperpanjang hingga 21 Juni.

"Dengan begitu, maka kita memberi toleransi membantu pengangkutan sampah pascabanjir hingga 23 Juni atau dua hari setelah berakhirnya masa tanggap darurat," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Samarinda, Nurrahmani pada Rabu (19/6/2019).

Banjir di Samarinda, Seusai Digenangi Air Banjir, TNI-Polri Bersih-bersih Pemukiman Warga

Karena itu, dia pun sangat berharap kepada masyarakat Samarinda yang jadi korban banjir bisa turut untuk ikut kumpulkan sampah bekas banjir yang ada di rumah masing-masing. 

Sebaiknya sampah dari banjir bisa dikumpulkan di satu titik supaya nanti bisa memudahkan untuk angkut sampah

"Kalau bisa membuang ke TPS lebih baik. Kalau tidak bisa, warga boleh mengumpulkan di suatu tempat, kemudian petugas kami yang datang mengambilnya," tuturnya dengan penuh harapan. 

Dia pun ingin, warga yang kena korban banjir bisa manfaatkan tanggap darurat sampah ini hingga 23 Juni.

Jika sudah melewati tanggap yang ditetapkan maka warga harus atasi sendiri, buang sampahnya sendiri ke TPS. 

Jangan sampai nanti kebablasan, buang dan kumpulkan sampah bekas banjir di satu titik yang bukan tempat resmi sebagai TPS, yang pada ujungnya akan muncul TPS ilegal. 

Jika ada yang belum mengeluarkan sampah supaya disegerakan.

"Tapi jika ada yang mau membuang lewat di tanggal 23 Juni, harus dibuang di TPS. Bukan lagi petugas yang harus jemput bola ke rumah korban banjir," tuturnya.

Bala Bantuan Masih Berdatangan

Di tempat terpisah, Komunitas Jogging Samarinda Hash House Harriers (SH3) Samarinda menyerahkan bantuan pada korban banjir, sebagaimana disampaikan ke Tribunkaltim.co pada Rabu (19/6/2019). 

Penyerahan bantuan ke korban banjir di kawasan perumahan Jalan Dr Sutomo Gang 8 Kelurahan Sidodadi, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. 

Kemudian Bengkuring kawasan Jalan Pakis Merah 13, Jalan Bengkuring Raya 1, dan jalan Labu Hijau 2, Kelurahan Sempaja Timur Samarinda Utara Kalimantan Timur yang berlangsung pada Selasa (18/6/2019).

"Mana bantuannya disini masih tergenang selulut," ujar seorang perempuan warga jalan Pakis Merah 14 yang enggan diberitau namanya.

BANTU KORBAN BANJIR - Komunitas Jogging, Hash House Harriers ( SH3) Samarinda saat membagikan paket sembako dan air mineral pada korban banjir dikawasan Gang 8  jalan Dr sutomo kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu, Kalimantan Timur, Selasa (18/6/2019).
BANTU KORBAN BANJIR - Komunitas Jogging, Hash House Harriers ( SH3) Samarinda saat membagikan paket sembako dan air mineral pada korban banjir dikawasan Gang 8 jalan Dr sutomo kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu, Kalimantan Timur, Selasa (18/6/2019). (TribunKaltim.Co/Nevrianto Hardi Prasetyo)

Seketaris SH3 Samarinda, Lalu Surapati yang akrab di sapa abah oleh para hasher atau pehobi Jogging menjelaskan bakti sosial merupakan kegiatan rutin selain olahraga jogging.

"Kami berbagi hanya 150 paket bantuan sembako dan air mineral.Kami juga turut mendoakan banjir surut, masyarakat tetap sehat juga sekalian tersanjung disambut antusias masyarakat atau warga korban banjir," katanya.

Ketua RT 45 Perumahan Bengkuring, Nono Sihono menerima bantuan dari Komunitas SH3 Samarinda.

"Semoga amalnya dibalas Allah, banjir kami alami sebenernya sejak hari ke 3 lebaran air sudah di jalan,kemudian hujan pukul 2 dinihari sampai siang maka air menggenangi rumah warga," ujarnya.

Sementara warga RT 45, Salma bersama kerabatnya saat berkumpul di depan rumahnya yang kebanjiran selutut orang dewasa.

Kerja bakti bersih-bersih seusai diterjang banjir di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (19/6/2019).
Kerja bakti bersih-bersih seusai diterjang banjir di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (19/6/2019). (TribunKaltim.Co/HO Polsek Samarinda)

Pihaknya sudah 2 dari lemari miliknya rusak, termasuk peralatan dapur, blender karena terendam banjir.

Ketua RT 34 Perumahan Bengkuring di jalan Bengkuring Raya Raya 1, Yusuf(47) mengaku pengalaman banjir kali ini merupakan terparah.

"Saya sempat pusing memikirkan dan bertindak saat banjir terjadi menggenangi dengan ketinggian sepinggang hingga 1 meter," ujarnya.

"Warga saya mengharap bantuan, syukurnya masyarakat, Pemerintah,relawan, tim SAR semuanya saling bahu membahu," tuturnya lagi.

Tidak hanya itu, Polresta Samarinda dan Polsek jajaran menggelar sejumlah kegiatan sosial jelang HUT Bhayangkara ke-73 tahun, yang jatuh pada 1 Juli setiap tahunnya.

melakukan kerja bakti membersihkan panti sosial Tresna Werdha Nirwana Puri, Jalan Remaja, akibat dari banjir yang melanda Kota Tepian beberapa waktu lalu.

Dan, bersih-bersih juga dilaksanakan di lingkungan perumahan Griya Mukti Sejahtera. 

(Tribunkaltim.co/Budi Susilo)

Subscribe official Channel YouTube:

BACA JUGA:

KM Bukit Siguntang Nyaris Tabrak Pulau Tukung di Balikpapan, Pelni: Terbawa Arus Angin Kencang

FAKTA Sidang Ketiga Sengketa Pilpres 2019, Pengakuan Saksi Hingga Aksi Hakim Mahkamah Konstitusi

TONTON LIVE Argentina vs Paraguay Copa America 2019 Jam 07.30 WIB, Akses di K-Vision!

4 Rekomendasi Drama Korea yang Bikin Nagih Berdurasi Singkat dengan Cerita yang Romantis dan Seru

Kisah Nur Latifah, Saksi Prabowo-Sandi yang Dicap Sebagai Penjahat Politik di Daerahnya

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved