Minggu, 26 April 2026

Satwa Mamalia

Pesut Terdampar di Perairan Manggar, Diduga Warga Salah Penanganan, Pesut jadi Lemas & Terluka Parah

Ada Pesut di kawasan perairan Manggar, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mendapat laporan dari warga. Dan salah penanganan Pesut.

Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Budi Susilo
Get Borneo
Ilustrasi - Sosok mamalia Pesut yang ada di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Ada Pesut di kawasan perairan Manggar, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mendapat laporan dari warga. Dan salah penanganan Pesut pada Jumat (21/6/2019) pagi. 

"Saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri dan menyelamatkan mereka juga," katanya.

Hery mengimbau kepada warga pesisir laut, kalau menemukan lagi Pesut perlu ada prosedur yang tepat.

Langkah pertama harus melaporkan ke aparat terkait, yang menggerti seperti bagian perikanan, angkatan laut dan BKSDA.

Pesut atau Lumba lumba Irawady mamalia laut endemik Teluk Balikpapan ditemukan tewas di pinggir Pantai Mas Permai, Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (2/4/2018).
Pesut atau Lumba lumba Irawady mamalia laut endemik Teluk Balikpapan ditemukan tewas di pinggir Pantai Mas Permai, Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (2/4/2018). (tribunkaltim.co/budi susilo)

"Lapor ke kita, kita langsung ukur, panjangnya, lingkar lehernya, jenisnya, jantan atau betina, serta dichek semuanya kita lepaskan habitatnya di laut," katanya.

Hery menjelaskan, Pesut boleh disiram, hanya boleh badannya.

Namun, jika akan dibawa atau dilepas harus dilapisi dengan handuk basah yang kena air di wilayah tersebut.

"Tapi jangan disiram lobang hidungnya, tidak bisa bernafas, lama-lama lemas dan mati.
Hewan ini sama seperti kita, jenis mamalia, jadi memerlukan oksigen, perlu bernafas," katanya. 

Penelurusan Tribunkaltim.co, awalnya anak-anak yakni Ichsan Wagola (23), Surya Darmasyah (16), Herdian (17), Andi Noor Sam Okta Mahendra (16), Sauf Noor Syahrir dan Ramadani Wagola (18) mengira ada reptil buaya.

Ternyata setelah didekati dan melihat lebih jelas, anak-anak ini kaget, ternyata bukan reptil buaya tetapi Pesut yang sedang terdampar. 

"Kami kira buaya, ternyata ada siripnya. Buaya kan tidak ada siripnya," ujar Ella, saksi mata. 

Jadi ketika didekati ternyata bukan buaya.

"Kami kan orang awam. Dikira itu buaya. Tapi bukan. Tidak tahu juga apakah itu lumba,-lumba atau paus. Jadi sembarang sebut saja," kata Ella warga RT 43 yang menyaksikan langsung si Pesut tersebut terdampar di perairan Manggar.

Saat melakukan evakuasi si Pesut, warga mengambil langkah pertama, yang jemput 3 orang warga.

Kemudian dibantu warga yang lain.

Hewan itu diangkat dan dirangkul.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved