Perum Bulog bisa Gulung Tikar, Budi Waseso minta Kepastian dari Pemerintah

Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Budi Waseso menyebut Bulog bisa gulung tikar karena sulit salurkan beras.

Perum Bulog bisa Gulung Tikar, Budi Waseso minta Kepastian dari Pemerintah
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Ilustrasi Stok beras bulog di gudang Sub Divre Bulog Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO - Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Budi Waseso menyebut Bulog bisa gulung tikar.

Pasalnya adalah hilangnya program beras sejahtera (Rastra) dan digantikan dengan bantuan pangan non tunai (BPNT).

Akibatnya Perum Bulog kesulitan menyalurkan beras. Bila kondisi kesulitan penyaluruan ini terus berlanjut, maka Bulog dikatakan Budi Waseso bisa merugi.

"Beras itu dibeli Bulog dengan uang pinjam. Ada bunga. Berarti kan Bulog akan rugi. Pasti Bulog akan gulung tikar karena kita tidak akan bisa mengembalikan uang pinjaman dengan bunga," ujar pria yang kerap dipanggil Buwas ini, Selasa (2/7/2019).

Stok beras Bulog yang tersimpan di gudang.
Stok beras Bulog yang tersimpan di gudang. (TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN)

Budi Waseso mengatakan, hingga saat ini Bulog memang belum membukukan kerugian karena selama ini masih ada pemasukan dari program rastra.

Tetapi dia mengatakan, Bulog akan merugi bila hal ini tak segera ditangani.

Karena itu, Budi Waseso pun meminta pemerintah memberi kepastian penyaluran beras bagi Bulog.

Ini melihat pemasok beras untuk program BPNT berasal dari pasar bebas.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bila penyaluran beras tak jelas, kerugian yang ditimbulkan bukan hanya dari sisi keuangan.

Beras yang disimpan di gudang Bulog pun akan menurun kualitastasnya dan serapan beras petani akan tersendat.

Halaman
1234
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved