Berita Pemprov Kalimantan Utara
Atasi Kekurangan Air Bersih, Pemprov Kaltara akan Bangun Sumur Bor
Program prioritas Kementerian ESDM ini disambut baik Pemprov Kaltara, dan menjadi usulan Pemprov Kaltara sesuai arahan Gubernur
TANJUNG SELOR – Pada 2020, Kalimantan Utara akan menjadi sasaran sejumlah program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurut laporan Dinas ESDM Provinsi Kaltara, sesuai berita acara kesepakatan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019, Kementerian ESDM akan melakukan beberapa program kegiatan di Kaltara, disamping usulan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Program-program ini, disebutkan Kepala Dinas ESDM Kaltara Ferdy Manurun Tanduklangi, antara lain penyediaan sumur bor, pemasangan jaringan gas (Jargas), konversi minyak tanah ke Liquified Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram, dan konverter kit gas untuk nelayan.
Ferdy mengungkapkan, hasil pembahasan Musrenbangnas 2019 menjadi bahan masukan bagi penyempurnaan RKP, RKPD, Renja Kementerian/Lembaga, dan Renja OPD 2020.
“Program prioritas Kementerian ESDM ini disambut baik Pemprov Kaltara, dan memang menjadi usulan Pemprov Kaltara sesuai arahan Gubernur Kaltara,” kata Ferdy.
Menindaklanjuti prioritisasi Kementerian ESDM tersebut, lanjutnya, Pemprov Kaltara bergegas melakukan penyempurnaan rencana kerja 2020.
“Untuk penyediaan sumur bor, targetnya 13 titik. Yakni, di Bulungan 4 titik, Malinau 3 titik, Nunukan 3 titik dan Tana Tidung 3 titik. Kita juga mengusulkan tambahan sumur bor untuk Tarakan, lantaran rawan kekurangan air,” ungkap Ferdy.
Usulan itu dipertegas dengan penetapan 2 titik rencana lokasi pembangunan sumur bor di Tarakan. Tepatnya, di Kelurahan Pantai Amal dan Mamburungan.
“Tim sudah melakukan tinjauan lokasi sumur bor di Tarakan, tepatnya pada lahan yang dihibahkan warga. Kini tinggal progress hibah lahannya,” jelasnya.
Usulan lain yang juga diperjuangkan Pemprov Kaltara adalah program konversi energi untuk nelayan dan petani. Konversi energi ini mengubah bahan bakar yang digunakan oleh nelayan dari solar menjadi LPG dengan menggunakan konverter kit.

“Program ini diinisiasi oleh Kementerian ESDM dalam rangka diversifikasi penggunaan BBM ke BBG guna mendukung ketahanan energi,” urai Ferdy.
Dari catatan hasil pembahasan Musrenbangnas 2019, program konversi energi untuk nelayan di Kaltara ditargetkan sebanyak 1.700 paket.
“Untuk pembagiannya, nanti akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten dan kota,” papar Ferdy.
Pendistribusian paket perdana konverter kit BBM ke LPG untuk nelayan kecil merupakan solusi penyediaan energi alternatif ramah lingkungan.
Konversi ini akan mengurangi emisi gas karbon monoksida atau gas buang, mengurangi kerusakan terumbu karang dan membantu mengelola ekonomi masyarakat nelayan menjadi lebih sejahtera. Untuk program Jargas rumah tangga, lokusnya adalah Nunukan.