Berita Pemprov Kalimantan Utara

Atasi Kekurangan Air Bersih, Pemprov Kaltara akan Bangun Sumur Bor

Program prioritas Kementerian ESDM ini disambut baik Pemprov Kaltara, dan menjadi usulan Pemprov Kaltara sesuai arahan Gubernur

Atasi Kekurangan Air Bersih, Pemprov Kaltara akan Bangun Sumur Bor
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie meninjau langsung instalasipenjernihan air bersih di Tanjung Selor, Bulungan. 

“Program ini diinisiasi oleh Kementerian ESDM dalam rangka diversifikasi penggunaan BBM ke BBG guna mendukung ketahanan energi,” urai Ferdy.

Dari catatan hasil pembahasan Musrenbangnas 2019, program konversi energi untuk nelayan di Kaltara ditargetkan sebanyak 1.700 paket.

“Untuk pembagiannya, nanti akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten dan kota,” papar Ferdy.

Pendistribusian paket perdana konverter kit BBM ke LPG untuk nelayan kecil merupakan solusi penyediaan energi alternatif ramah lingkungan.

Konversi ini akan mengurangi emisi gas karbon monoksida atau gas buang, mengurangi kerusakan terumbu karang dan membantu mengelola ekonomi masyarakat nelayan menjadi lebih sejahtera. Untuk program Jargas rumah tangga, lokusnya adalah Nunukan.

“Targetnya 7 ribu unit LPG tabung 3 kilogram dialokasikan Kementerian ESDM untuk program konversi minyak tanah ke gas di Nunukan,” jelasnya.

2019, Kaltara Peroleh 10 Sumur Bor Tahun ini, Kaltara mendapat 10 titik pembangunan sumur bor di wilayah Kaltara. Progressnya, kata Ferdy, telah proses lelang yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Kabupaten Bulungan terdapat 5 titik, sedangkan Kabupaten Malinau 3 titik, dan Kabupaten Tana Tidung 2 titik. Pembangunan sumur bor tahun ini merupakan hasil Musrenbang 2018, sehingga pembangunanya dilaksanakan tahun ini,” sebutnya.

Ia menjelaskan, salah satu syarat pembangunan sumur bor harus memiliki lahan seluas 5 x 10. Pada ukuran itu, terdapat 3 bangunan untuk penunjang sumur bor yakni bangunan sumur, bangunan rumah diesel dan tempat profil atau penampung air.

“Untuk penentuan titik itu dari tim teknis geologi akan melakukan kajian, lokasi mana saja yang cocok untuk dilakukan pengeboran. Teknis selanjutnya akan diserahkan ke kabupaten setempat, namun sumur akan dikelola oleh masyarakat,” jelasnya.

Halaman
123
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved