Selasa, 26 Mei 2026

Pendiri Huawei Klaim Performa HongMengOS Lebih Baik Dibanding Android dan iOS

Pendiri dan CEO Huawei menyebut HongMengOS mengklaim memiliki performa yang lebih baik daripada Android dan iOS.

Tayang:
Kompas.com techno
Meski menyatakan akan tetap berkomitmen menggunakan Android pada perangkat smartphonenya, Huawei tetap kembangkan sistem operasi miliknya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Meski menyatakan akan tetap berkomitmen menggunakan Android  pada perangkat smartphonenya, Huawei tetap kembangkan sistem operasi miliknya.

Bernama HongMengOS, Pendiri Huawei melakukan pernyataan mengejutkan.

Ren Zhengfei, pendiri dan CEO Huawei menyebut HongMengOS mengklaim memiliki performa yang lebih baik daripada Android dan iOS.

Ren bahkan menyebut sistem operasi yang tengah dikembangkan oleh Huawei dapat digunakan pada berbagai platform, mulai dari perangkat mobile, hingga komputer.

tak terbatas pada gadget yang berinteraksi dengan manusia, rencananya, sistem operasi tersebut juga dapat digunakan pada perangkat network.

Menyebut dapat digunakan pada perangkat komputer, Ren juga mengklaim bahwa HongMengOS memiliki performa yang lebih baik dari macOS milik Apple.

Ia memberi bukti bahwa mampu melakukan pekerjaan dengan delay 5ms lebih cepat.

Pernyataan Ren Zhengfei juga membuktikan meski saat ini Amerika Serikat sudah melunak dan ada potensi mencabut larangan, Huawei akan tetap melanjutkan pengembangan sistem operasinya.

Seperti diketahui, Huawei melakukan pengembangan sistem operasi usai mendapat tekanan dari Amerika Serikat dan mengakibatkan dicabutnya lisensi Android pada ponsel Huawei mendatang.

Namun, pekan lalu Presiden Trump akhirnya melunak dengan memperbolehkan perusahaan Amerika Serikat melakukan jual beli dengan Huawei.

Pada wawancara beberapa waktu lalu, Huawei menyatakan akan tetap berkomitmen menggunakan Android dan tetap mengembangkan HongMengOS.

Google saat ini juga kembali mengembangkan proyek sistem operasi yang lama tertunda, Fuchia OS. 

Sikap Trump Melunak

Para pengguna ponsel Huawei bisa sedikit bernafas lega.

Kabar gembira datang dari Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang. Jelas saja pengguna ponsel atau smartphone Huawei ini bisa berbangga hati, sudah lega bisa pakai lagi android ala Amerika Serikat.

Sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melunak perang dagang perusahaan Amerika Serikat.

Ini setelah bernegosiasi dengan Presiden China, Xi Jin Ping.

Isu ini sempat memanas sejak dua bulan lalu.

Salah satu hasil pertemuan itu adalah diperbolehkannya kembali perusahaan teknologi AS untuk memasok komponen ke Huawei.

"Atas permintaan dari perusahaan kelas atas kami (AS), dan Presiden Xi, saya setuju untuk mengizinkan perusahaan China, Huawei untuk membeli produk dari mereka," katanya.

"Yang tidak memengaruhi keamanan nasioal kami," kata Trump.

Itu artinya, Google dkk bisa mulai berbisnis lagi dengan Huawei.

Kemungkinan besar, ponsel Huawei juga akan kembali didukung penuh oleh Android.

Sementara lini laptop bisa jadi kembali didukung Windows besutan Microsoft.

Tapi tidak secepat itu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Getty Images)

Meski memberi sedikit kelegaan, Trump mengatakan masalah Huawei masih akan menunggu negosiasi dengan China berakhir.

Nasib Huawei dalam entity list atau daftar hitam, juga masih akan dirapatkan pekan depan.

"Kami bakal membahas Huawei di akhir. Kami akan melihat apa yang akan terjadi dengan perjanjian perdagangan yang disepakati," kata Trump.

Dalam konferensi persnya, Trump juga tidak menjelaskan apakan pemblokiran untuk Huawei akan dicabut seluruhnya.

Atau masih ada beberapa hal yang dibatasi.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) (Sputnik News)

Hal ini masih menimbulkan keraguan bagi perusahaan dan asosiasi industri teknologi Amerika Serita.

Seperti Semiconductor Industry Association.

John Neuffer, presiden asosiasi perusahaan semikondutor itu mengaku masih menunggu informasi detail soal komponen apa yang bisa diperdagangkan dengan Huawei.

Dilaporkan CNN dan dirangkum oleh KompasTekno pada Minggu (30/6/2019).

Tidak akan sama Meski Google dkk kemungkinan besar akan rujuk dengan Huawei.

Tetapi keadaan telah berubah.

Huawei Y5 Prime 2018
Huawei Y5 Prime 2018 (Techweez)

Setelah Mei 2019 lalu masuk ke dalam entity list, Huawei mulai mengambil terobosan agar tidak terlalu bergantung dengan komponen dari perusahaan asal Amerika Serikat.

Salah satunya pada sistem operasi (OS).

Seperti banyak diberitakan sebelummnya, Huawei menyiapkan sistem operasi universal bernama Hongmeng.

Disebut universal, karena OS tersebut tidak hanya berjalan di ponsel.

Tapi juga laptop, tablet, smartwatch, IoT, dan perangkat lain Huawei.

Paten Hongmeng OS kabarnya telah didaftarkan di beberapa negara.

Kabarnya, OS tersebut akan berubah nama menjadi "Oak OS" untuk versi globalnya.

Hongmeng sejatinya telah disiapkan Huawei sejak 2012 untuk mengantisipasi pemblokiran pemerintah AS yang ternyata benar terjadi.

CEO Huawei, Richard Yu mengatakan, Hongmeng OS akan segera rilis pada kuartal ketiga tahun ini, sekitar bulan Agustus atau September.

Subscribe Official YouTube Channel:

Baca juga:

Ada Gempa 7,2 SR Berpotensi Tsunami, Warga Kema Sulut Berlarian dan Hanya Bawa Pakaian di Badan

VIDEO VIRAL Ojek Angkut Motor Besar, Terungkap Lokasi dan Tarif Sekali Angkut

SEJARAH HARI INI: Jerman Barat Bikin Maradona cs Bertekuk Lutut di Final Piala Dunia 1990

SEJARAH HARI INI: Mineirazo, Kekalahan Paling Memalukan Timnas Brasil di Piala Dunia

CERITA KAESANG PANGAREP Saat Ibu-ibu Komentari Dirinya Tak Ikut Antre, 'Padahal Saya Yang Punya'

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved