Rabu, 29 April 2026

SIDANG KABINET PARIPURNA, Jokowi Tegur 4 Menterinya, Ini Dua Masalah yang Diingatkan Jokowi

Dalam sidang kabinet paripurna hari ini di Istana Bogor, Presiden Jokowi menegur empat menterinya. Teguran ini terkait masalah perizinan dan impor

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi sidang kabinet paripurna. Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla memimpin sidang kabinet paripurna pasca perombakan Kabinet Kerja Jilid II di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7/2016). Presiden Jokowi menegur 4 menterinya dalam sidang kabinet paripurna hari ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Presiden Jokowi memimpin sidang paripurna kabinet di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).

Dalam sidang kabinet paripurna ini, Presiden Jokowi menegur empat menterinya.

Empat menteri yang dapat teguran Jokowi adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dan Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepal BPN Sofyan Djalil ditegur terkait investasi yang terhambat masalah perizinan di lapangan.

Sementara, Menteri ESDM Iganasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno diberikan teguran terkait impor migas.

Awalnya, Jokowi mengingatkan seluruh menteri yang hadir dalam rapat tersebut untuk mempermudah proses perizinan agar para investor berbodong-bondong menanamkan investasinya.

"Mungkin sudah berapa puluh kali kita sampaikan. Investasi yang berkaitan dengan ekspor, berkaitan dengan barang-barang substitusi impor, tutup mata, berikan izin secepat-cepatnya. Tapi kejadian di lapangan tidak seperti itu," kata Jokowi saat membuka rapat.

Jokowi lalu menyinggung soal proses perizinan yang berada di bawah Kementerian Kehutanan. 

"Dari kementerian kehutanan misalnya masih lama, ini urusan lahan. Ini Pak wapres biar bercerita mengenai petrochemical yang kita perlukan tapi sudah berhenti setahun lebih gara-gara yang berkaitan dengan lahan. Urusan kecil tapi ya ini menghambat," kata dia.

Jokowi juga menceritakan pengalamannya melakukan kunjungan kerja ke Manado, Sulawesi Utara pada pekan lalu.

Menurut dia, banyak pengusaha yang sudah berbondong-bondong mengurus perizinan untuk mendirikan hotel di sana.

Sebab, wisatawan baik lokal dan mancanegara terus berdatangan untuk menikmati keindahan kota Manado. Namun, perizinan ini terhambat di Kementerian ATR/BPN.

"Kita kurang hotel, hotel sudah berbondong-bondong mau bikin, urusan yang berkaitan dengan tata ruang sebetulnya dari menteri BPN bisa menyelesaikan dengan kesepakatan-kesepakatan yang memang harus itu dilakukan," kata dia.

Jokowi mengingatkan jajarannya agar tidak terbelit dengan rutinitas.

Namun, ia berpesan agar seluruh kementerian dan lembaga berani melihat masalah dan tantangan yang real di lapangan.

"Saya kira kerja yang terintegrasi, kerja tim antar kementerian ini yang harus didahulukan," sambungnya.

Sementara itu, teguran yang diberikan Jokowi untuk Jonan dan Rini karena impor yang tinggi di sektor minyak dan gas.

Neraca Perdagangan Nilai impor Januari-Mei turun mencapai 9,2 persen dibanding tahun sebelumnya.

Namun, Jokowi menilai angka tersebut belum memuaskan karena nilai impor masih tinggi. "Coba dicermati angka-angka ini dari mana kenapa impor jadi sangat tinggi, kalau didetailkan lagi migasnya ini naiknya gede sekali," kata Jokowi.

BACA JUGA:

Calon Menteri Joko Widodo di Kabinet Kerja Jilid II, Tua atau Muda Sama Saja

VIRAL Beredar Broadcast Daftar Menteri Kabinet Jokowi-Maruf Amin, Ada Nama Bupati Ini, Luhut Hilang

"Hati-hati di migas Pak Menteri ESDM, yang berkaitan dengan ini. Bu menteri BUMN yang berkaitan dengan ini karena rate-nya yang paling banyak ada di situ," kata Kepala Negara.

Dua Menteri Ini Juga Kena Tegur

Presiden Joko Widodo juga menegur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan serta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dalam sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).

Teguran ini diberikan karena impor yang tinggi di sektor minyak dan gas.

Dalam rapat yang dihadiri seluruh menteri dan seluruh kepala lembaga itu, Presiden menunjukkan data impor yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Nilai impor Januari-Mei turun mencapai 9,2 persen dibanding tahun sebelumnya.

BACA JUGA:

Prediksi 7 Menteri yang Mungkin akan Dipertahankan Jokowi di Kabinet Baru, Ada 3 Wanita

Soal Kabinet Baru Jokowi, Diusulkan Ada Perampingan Kabinet, Jumlah Menteri Diciutkan

Namun, Jokowi menilai angka tersebut belum memuaskan karena nilai impor masih tinggi.

"Coba dicermati angka-angka ini dari mana kenapa impor jadi sangat tinggi, kalau didetailkan lagi migasnya ini naiknya gede sekali," kata Jokowi.

"Hati-hati di migas Pak Menteri ESDM, yang berkaitan dengan ini. Bu menteri BUMN yang berkaitan dengan ini karena rate-nya yang paling banyak ada di situ," kata Kepala Negara.

Tak hanya impor, Presiden juga menyoroti angka ekspor Indonesia yang menurun. Ekspor Januari-Mei 2019 year on year turun 8,6 persen.

Akibat impor yang tinggi dan ekspor yang rendah, neraca perdagangan mengalami defisit 2,14 miliar dollar AS. Padahal Jokowi menilai peluang untuk ekspor masih sangat besar.

"Apalagi sekarang dengan terjadinya perang dagang, kesempatan ekspor kita untuk masuk ke Amerika besar sekali dengan pengenaan tarif barang-barang produk dari Tiongkok, dari China," kata dia.

(*)

Subscribe Official YouTube Channel:



Baca juga:


Ada Gempa 7,2 SR Berpotensi Tsunami, Warga Kema Sulut Berlarian dan Hanya Bawa Pakaian di Badan


VIDEO VIRAL Ojek Angkut Motor Besar, Terungkap Lokasi dan Tarif Sekali Angkut


SEJARAH HARI INI: Jerman Barat Bikin Maradona cs Bertekuk Lutut di Final Piala Dunia 1990


SEJARAH HARI INI: Mineirazo, Kekalahan Paling Memalukan Timnas Brasil di Piala Dunia


CERITA KAESANG PANGAREP Saat Ibu-ibu Komentari Dirinya Tak Ikut Antre, 'Padahal Saya Yang Punya'

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Impor Sektor Migas Tinggi, Jokowi Tegur Jonan dan Rini", https://nasional.kompas.com/read/2019/07/08/14180411/impor-sektor-migas-tinggi-jokowi-tegur-jonan-dan-rini
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Diamanty Meiliana

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Hanya Jonan dan Rini, Jokowi Juga Tegur Siti Nurbaya dan Sofyan Djalil", https://nasional.kompas.com/read/2019/07/08/14560701/tak-hanya-jonan-dan-rini-jokowi-juga-tegur-siti-nurbaya-dan-sofyan-djalil
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Diamanty Meiliana

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved